Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sehari di Rusia dan Bertemu Putin, Ini yang Dibicarakan Jokowi

Kompas.com - 01/07/2022, 14:25 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setelah mengunjungi Ukraina, Presiden Joko Widodo bertolak ke Rusia sebagai agenda lawatan luar negeri yang ia laksanakan.

Jokowi beserta rombongan mendarat di Moskow, Kamis (30/6/2022), pukul 11.00 waktu setempat di Bandara Vnukovo II.

Presiden diketahui hanya sehari berada di Rusia sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Uni Emirat Arab, Kamis (30/6/2022) malam.

Dalam kunjungan singkatnya itu, berikut adalah agenda yang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo di Rusia:

1. Bertemu Presiden Vladimir Putin

Bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin nampaknya menjadi agenda tunggal Jokowi mendatangi negara itu.

Dilansir dari situs Presiden RI, pertemuan dua kepala negara itu berlangsung di Ruang Upacara Kenegaraan Istana Kremlin sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Ada sejumlah hal yang dibicarakan keduanya, baik terkait sikap Indonesia atas konflik Rusia-Ukraina, maupun terkait urusan ekspor berbagai komoditas dari kedua negara tersebut.

Baca juga: Agenda Jokowi Sehari di Ukraina, Bertemu Zelensky dan Undang ke KTT G20

2. Membawa misi perdamaian

Sama seperti tujuan saat berkunjung ke Ukraina, Presiden Jokowi juga membawa misi perdamaian ketika mengunjungi Rusia dan bertemu Putin.

"Isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Dalam konteks inilah, saya lakukan kunjungan ke Kyiv dan Moskow,” kata Jokowi saat menyampaikan keterangan pers bersama dengan Presiden Putin di Ruang Ekaterina Istana Kremlin.

Meski masih sulit diwujudkan, namun Jokowi berharap kedua pihak yang berkonflik terus mengupayakan perdamaian dengan dialog-dialog terbuka.

Pesan yang disampaikan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy kepada Jokowi juga telah ia sampaikan pada Putin dalam kesemparan pertemuan itu.

“Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut,” ucap Presiden Jokowi.

Baca juga: Jokowi, Lika-liku Konflik Rusia-Ukraina, dan Harapan Perdamaian dari Indonesia

3. Permintaan Presiden pada Rusia

Saat bertemu dengan Putin, Jokowi meminta jaminan keamanan kepada Rusia bagi jalur ekspor pangan Ukraina.

Sepanjang perang, rantai pasok pangan, pupuk dan energi global sempat terganggu, sehingga berdampak pada ratusan juta penduduk dunia, terutama di negara berkembang.

Hal ini diharapkan dapat segera diperbaiki.

"Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia, ini sebuah berita yang baik,” ujar Presiden.

Terkait perang yang terjadi antara Ukraina dan Rusia, sesungguhnya Indonesia tak memiliki kepentingan apapun, Indonesia tidak mendukung pihak manapun.

Indonesia masih menjalankan asas politik luar negerinya, yakni "Bebas-Aktif" dan menunaikan amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk mewujudkan perdamaian dunia.

"Saya ajak seluruh pemimpin dunia untuk bersama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai dan semangat kerja sama. Karena hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai,” kata Jokowi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com