Kompas.com - 01/07/2022, 13:51 WIB

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta rombongan tiba di Moskwa, Rusia, pada Kamis (30/6/2022) pukul 11.00 waktu setempat.

Kunjungan ke Rusia tersebut merupakan bagian dari misi perdamaian usai lawatan Jokowi ke Ukraina dengan misi serupa pada Rabu (29/6/2022).

Jokowi bersama Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri telah melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskwa, sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Baca juga: 5 Dampak Perang Rusia-Ukraina bagi Indonesia, Apa Saja?

Dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Jokowi ingin membuka ruang dialog bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rangka perdamaian.

Hal tersebut berkaitan dengan lonjakan harga dan berhentinya rantai pasok pangan akibat konflik kedua negara ini.

"Untuk membangun perdamaian karena perang memang harus dihentikan, dan juga berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," ujar Jokowi sebelum bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Sederet Dampak Perang Rusia Ukraina bagi Ekonomi Indonesia

Lantas, apa saja yang dibicarakan Jokowi dan Putin pada pertemuan di Kremlin?

Menjembatani Rusia dan Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Presiden Vladimir Putin saat melakukan konferensi pers bersama di Istana Kremlin, Moskwa, Rusia, Kamis (30/6/2022).Dok. Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo dan Presiden Vladimir Putin saat melakukan konferensi pers bersama di Istana Kremlin, Moskwa, Rusia, Kamis (30/6/2022).

Konsititusi mengamanatkan Indonesia agar selalu berusaha berkontribusi menciptakan perdamaian dunia.

Salah satu wujudnya adalah kunjungan presiden ke dua negara yang tengah berkonflik, Ukraina dan Rusia.

Menurut Jokowi, isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia.

Baca juga: 60 Negara Disebut Jokowi Akan Ambruk Ekonominya, Bagaimana Nasib Indonesia?

Meski situasi saat ini sulit, Jokowi menegaskan bahwa penyelesaian damai dan ruang-ruang dialog penting harus terus di kedepankan.

Ia pun menekankan kesediaan untuk menjadi jembatan penghubung komunikasi bagi kedua negara.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.