11 Daerah Uji Coba Tahap 1 Pembatasan Pembelian Pertalite dan Solar

Kompas.com - 30/06/2022, 14:05 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan memulai uji coba tahap pertama pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar mulai Jumat (1/7/2022).

Pembatasan ini artinya, konsumen yang bisa mendapatkan kedua jenis BBM tersebut akan dibatasi khusus mereka yang memang semestinya mendapatkan produk subsidi tersebut.

Selama ini, Pertalite dan Solar subsidi dinilai masih dikonsumsi oleh kalangan yang semestinya tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution.

"Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah," kata Alfian, dalam situs Pertamina.

Oleh karena itu, secara bertahap Pertamina hanya akan melayani penjualan Pertalite dan Solar subsidi bagi konsumen yang berhak, yang sudah terdaftar dalam sistem MyPertamina.

Baca juga: Beli BBM Wajib Pakai MyPertamina, Bagaimana yang Tidak Punya Ponsel?

11 daerah uji coba tahap 1

Untuk tahap pertama uji coba pembatasan ini, pemberlakuannya baru akan dilakukan di 11 daerah yang tersebar di 5 provinsi di Indonesia.

11 daerah itu adalah sebagai berikut:

1. Kota Bukittinggi, Sumatera Barat
2. Kab. Agam, Sumatera Barat
3. Kota Padang Panjang, Sumatera Barat
4. Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat
5. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
6. Kota Bandung, Jawa Barat
7. Kota Tasikmalaya. Jawa Barat
8. Kab. Ciamis, Jawa Barat
9. Kota Manado, Sulawesi Utara
10. Kota Yogyakarta, DIY
11. Kota Sukabumi, Jawa Barat

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Irto Ginting mengatakan, kesebelas wilayah itu dipilih oleh Pertamina dengan mempertimbangkan sejumlah aspek tertentu.

Ia menjabarkan aspek yang dipertimbangkan misalnya, karakteristik lokasi yang dekat dengan daerah tambang atau industri, dan kesiapan infrastruktur.

"Serta (mempertimbangkan) angkutan atau transportasi umum dan juga kesiapan daerahnya," kata Irto, dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

Jadi, masyarakat yang akan membeli Pertalite atau Solar di daerah-daerah tersebut harus memastikan sudah terdaftar di MyPertamina sebagai konsumen yang berhak membeli BBM bersubsidi.

Sementara itu, di luar 11 daerah tersebut, untuk sementara masih bisa membeli Pertalite dan Solar seperti biasa, tanpa harus terdaftar dalam MyPertamina.

Baru setelah ini, pemberlakuan pembatasan akan diperluas ke daerah-daerah yang lain.

Pembatasan penting dilakukan, agar kuota BBM bersubsidi yang telah ditentukan, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga satu tahun.

Baca juga: Dispenser SPBU Terbakar akibat Tersenggol Truk, Pertamina: Kerugian Mencapai Rp 200 Juta

Mendaftar di MyPertamina

Bagi masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar subsidi, khususnya masyarakat yang ada di daerah pemberlakuan uji coba tahap 1 pembatasan penjualan Pertalite dan Solar, diharapkan untuk mendaftar di MyPertamina dengan mengunjungi situs https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka mulai 1 Juli 2022.

Daftarkan identitas diri juga kendaraan yang digunakan. Siapkan sejumlah dokumen seperti KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung.

Nantinya data yang dimasukkan akan dicocokkan dan diverifikasi, apakah termasuk dalam kelompok yang berhak mendapatkan BBM harga subsidi atau bukan.

Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran dan terkonfirmasi akan mendapatkan pemberitahuan melalui email yang didaftarkan.

Selanjutnya, mereka akan menerima QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar subsidi di SPBU.

Baca juga: Beli Pertalite Wajib Pakai MyPertamina untuk Roda 4, Motor Bagaimana?

Proses ini maksimal akan berjalan dalam waktu 7 hari.

"Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna (apakah termasuk dalam kelompok yang berhak membeli BBM subsidi atau bukan),” sebut Alfian.

Sekali lagi, pendaftaran dilakukan melalui website atau situs, sehingga masyarakat tidak diwajibkan mengunduh atau memiliki aplikasi MyPertamina.

Dengan terdaftar di MyPertamina, setiap transaksi pembelian BBM bersubsidi akan tercatat secara digital.

"Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar sehingga ke depannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” pungkas Alfian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kartu BPJS Kesehatan Nonaktif, Ini Cara Mengaktifkannya Kembali

Kartu BPJS Kesehatan Nonaktif, Ini Cara Mengaktifkannya Kembali

Tren
Tembus Rp 440 Juta, BTS ARMY Indonesia Galang Dana untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Tembus Rp 440 Juta, BTS ARMY Indonesia Galang Dana untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Tren
Ramai soal Penerima Bansos Tak Bisa Daftar Prakerja Gelombang 46, Ini Kata Manajemen

Ramai soal Penerima Bansos Tak Bisa Daftar Prakerja Gelombang 46, Ini Kata Manajemen

Tren
Soal Tragedi Kanjuruhan, New York Times Sebut Polisi Kurang Terlatih Kendalikan Massa dan Tidak Pernah Dimintai Pertanggungjawaban

Soal Tragedi Kanjuruhan, New York Times Sebut Polisi Kurang Terlatih Kendalikan Massa dan Tidak Pernah Dimintai Pertanggungjawaban

Tren
Apa Itu Arbitrase?

Apa Itu Arbitrase?

Tren
Profil Singkat Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

Profil Singkat Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

Tren
Masa Berlaku Paspor Jadi 10 Tahun, Ini Syarat dan Cara Membuatnya

Masa Berlaku Paspor Jadi 10 Tahun, Ini Syarat dan Cara Membuatnya

Tren
Di Balik Deklarasi Anies Baswedan sebagai Capres Nasdem...

Di Balik Deklarasi Anies Baswedan sebagai Capres Nasdem...

Tren
Cara, Syarat, dan Biaya Lengkap Bikin SIM Baru 2022

Cara, Syarat, dan Biaya Lengkap Bikin SIM Baru 2022

Tren
Profil Ketum PSSI Iwan Bule, Disorot karena Ucapkan 'Hadirin yang Berbahagia' Saat Jumpa Pers Tragedi Kanjuruhan

Profil Ketum PSSI Iwan Bule, Disorot karena Ucapkan "Hadirin yang Berbahagia" Saat Jumpa Pers Tragedi Kanjuruhan

Tren
Program Kartu Prakerja Akan Dilanjutkan pada 2023 dengan Skema Normal

Program Kartu Prakerja Akan Dilanjutkan pada 2023 dengan Skema Normal

Tren
PPKM Level 1 Seluruh Indonesia Diperpanjang hingga 7 November, Ini Aturan Lengkapnya

PPKM Level 1 Seluruh Indonesia Diperpanjang hingga 7 November, Ini Aturan Lengkapnya

Tren
BSU Sudah Tahap 4 tapi Tak Kunjung Dapat? Ini Kemungkinan Penyebabnya

BSU Sudah Tahap 4 tapi Tak Kunjung Dapat? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Tren
Ini Susunan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Kanjuruhan

Ini Susunan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Kanjuruhan

Tren
Pangkogabwilhan II Marsda Novyan Samyoga Meninggal Dunia, Ini Sepak Terjangnya

Pangkogabwilhan II Marsda Novyan Samyoga Meninggal Dunia, Ini Sepak Terjangnya

Tren
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.