Kompas.com - 29/06/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Tak lama lagi, umat Islam memasuki bulan Zulhijah dalam sistem penanggalan Hijriah.

Zulhijah identik dengan ibadah haji dan pelaksanaan korban pada hari raya Idul Adha.

Bukan hanya itu, pada bulan ini umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya berpuasa sunah.

Dilansir dari laman NU, puasa Dzulhijjah adalah puasa sunah yang dilaksanakan mulai 1-9 Zulhijah.

Puasa pada 1-7 Zulhijah merupakan sunah bagi seluruh umat Islam, baik yang sedang menunaikan ibadah haji maupun tidak.

Sementara puasa pada 8 Zulhijah (puasa tarwiyah) dan 9 Zulhijah (puasa arafah), hanya disunahkan bagi Muslim yang tidak melaksanakan haji.

Lantas, bisakah menggabung puasa Zulhijah dengan ganti utang puasa Ramadhan atau qadha?

Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah Bulan Juli 2022, Termasuk Puasa Zulhijah, Tarwiyah, Arafah, dan Ayyamul Bidh

Penjelasan ahli

Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Syamsul Bakri menuturkan, puasa qadha dan puasa Dzulhijjah tidak bisa digabungkan.

"Tentu tidak bisa (digabungkan). Puasa punya aturannya sendiri-sendiri. Artinya, tidak puasa A sekaligus gandeng puasa B itu tidak bisa. Ia harus sendiri-sendiri," ujar Syamsul, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

Syamsul menjelaskan, lebih utama mendahulukan puasa qadha karena hukumnya wajib.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.