Kompas.com - 26/06/2022, 14:33 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

ADA sebuah kisah seorang filsuf dan muridnya. Para murid itu tengah bingung menentukan pemimpin.

Oleh karena itu mereka memancing Sang Guru dengan pertanyaan, "Guru, seandainya guru jadi pemimpin negeri ini, apa yang pertama-tama akan guru kerjakan?"

"Pertama sekali saya perbaiki bahasa. Sebab, kalau saya menggunakan bahasa yang tidak beres, maka yang saya ucapkan bukanlah yang dimaksud. Kemudian yang terjadi, yang dimaksud malah tidak dikerjakan, dan justru yang dikerjakan bukan yang dimaksud. Kalian paham?" kata Sang Guru.

Para murid menggelengkan kepala.

"Bahasa yang tidak beres itu menggambarkan pikiran yang juga tak beres. Jadi bagaimana mau mengerjakan yang dimaksud?" kata Sang Guru menambahkan.

Para murid manggut-manggut sekadar menyenangkan Sang Guru.

Guru yang dimaksud adalah filsuf Tiongkok abad ke-5 SM, Kung Fu-tse. Sayang, Kung Fu-tse tak pernah menjadi pemimpin negeri sehingga murid-murid tak tahu persis praktik bahasa yang beres itu.

Namun, dari nasihat-nasihat Sang Guru, mereka bisa tahu bahwa bahasa beres itu menganut prinsip moralitas.

Adapun moralitas bahasa itu bisa dibaca dari pilihan kata, cara bertutur yang mampu mengendalikan emosi, tenang dan penuh pertimbangan.

"Penuh pertimbangan", inilah yang luput dari bahasa seorang pemimpin kita. Atau setidak-tidaknya pernah memimpin kita.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.