Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arkeolog Temukan Sumber Kekayaan Nabi Sulaiman di Israel

Kompas.com - 22/06/2022, 17:30 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah tim arkeolog meyakini bahwa mereka telah menemukan sumber kekayaan Nabi Sulaiman atau Raja Solomon.

Sumber kekayaan itu mereka temukan dari sebuah tambang tembaga yang lokasinya jauh di kedalaman dasar Lembah Timna, wilayah Israel. 

Dikutip dari Express, para arkeolog sudah mulai menggali situs kuno tersebut sejak 1964 atau sekitar 58 tahun lalu.

Baca juga: Arkeolog Temukan Kota Kuno Berusia 3.400 Tahun di Irak

Jalur pertambangan

Sejak itu, para peneliti telah menemukan jalur-jalur pertambangan yang diyakini dikerjakan oleh para pekerja di bawah Nabi Sulaiman.

Penemuan ini juga dipublikasikan melalui Smithsonian Channel dalam program dokumenter berjudul "Secret: King Solomon's Mines".

Dalam film dokumenter itu disampaikan bahwa para arkeolog telah menemukan sumber kekayaan dari anak Nabi Daud itu. 

Profesor Erez Ben-Yosef dari Tel Aviv University menyebut produksi di lokasi tambang tersebut sedang besar-besarnya pada 3.000 tahun yang lalu, yang merupakan era pemerintahan Raja Solomon.

"Situs tambang itu bukan berisi emas atau perak, melainkan tembaga. Hal itu terbukti dari banyaknya lokasi produksi masal tembaga di sekitarnya," kata dia. 

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Plos One, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Erez Ben-Yosef dan Prof. Tom Levy dari Proyek Arkeologi Regional Dataran Rendah Edom menunjukkan bagaimana jaringan pertambangan yang luas mengalami perubahan.

Para peneliti memeriksa ratusan keping terak, dan sisa peleburan tembaga, dari tambang tembaga tua yang berusia 500 tahun.

Mayoritas sampel berasal dari kompleks pertambangan Timna Israel selatan-mungkin lokasi Tambang Raja Salomon yang legendaris-dan Faynan, utara Timna di Lembah Arava, Jordania.

Halaman:

Terkini Lainnya

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Tren
Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Tren
5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

Tren
Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Tren
Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Tren
Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Tren
Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Tren
Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Tren
Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Tren
Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Tren
Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Tren
Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Tren
Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Tren
Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Tren
Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com