Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setiap Hari Diberi Makan Mi Instan, Pria Ini Gugat Cerai Istrinya

Kompas.com - 01/06/2022, 21:00 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjalani kehidupan berumah tangga memang tak selalu berjalan mulus dan bahagia seperti saat waktu bulan madu.

Adakalanya muncul benih-benih pertikaian setelah pernikahan. Bahkan dari hal yang mungkin diangap sepele bagi sebagian orang, seperti perihal 'makan apa kita hari ini?'.

Seperti yang dialami pasangan suami istri di India berikut ini.

Baca juga: Video Viral Detik-detik Pesawat Garuda Alami Turbulensi

Gugat cerai istri karena mi instan

Seorang suami di distrik Mysuru, kota di negara bagian Karnataka, India bagian selatan menggugat cerai istrinya dengan alasan mi instan.

Dikutip dari TimesNowNews (30/5/2022), suami tersebut meminta cerai setelah istrinya hanya bisa memasak mi instan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

Hakim pengadilan distrik Mysuru ML Raghunath menyebut kasus perceraian tersebut dengan "Maggi Case", merujuk merek mi instan tersebut.

Berbicara pada konferensi pers hari Jumat (27/5/2022) Raghunath menjelaskan bahwa suami tersebut mengeluh bahwa istrinya hanya tahu cara memasak mi instan dan tidak dapat memasak masakan lain.

“Mi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Dia mengeluh bahwa istrinya pergi ke toko persediaan dan hanya membawa mi,” kata hakim sidang.

Raghunath kemudian menyebutkan bahwa pernikahan itu berakhir dengan perceraian atas persetujuan bersama.

Bercerai karena urusan sepele

Hakim juga mengungkapkan bahwa pengadilan tidak asing dengan petisi perceraian yang timbul dari masalah kecil.

Beberapa pasangan mengajukan gugatan cerai dalam satu hari setelah menikah karena meletakkan garam di sisi piring yang salah atau karena tidak mendapatkan warna jas pernikahan yang benar.

“Kasus perceraian meningkat secara drastis selama bertahun-tahun,” kata Raghunath.

“Pasangan harus tinggal bersama setidaknya selama satu tahun sebelum mengajukan perceraian. Jika tidak ada undang-undang seperti itu, maka akan banyak gugatan pernikahan, ”katanya.

Baca juga: Unggahan Viral Anak Sungai Citarum Berwarna Merah, Ini Penyebabnya

 

Perceraian lebih banyak di kota

Kasus perceraian karena suami merasa istrinya tidak dapat memasak bukan pertama kalinya dilaporkan.

Sebelumnya, seorang pria dari distrik Nalgonda Telangana mengaku berulang kali mengeluh tentang istrinya tidak memasak kari daging kambing untuknya.

Raghunath mengatakan bahwa permohonan cerai lebih banyak berasal dari daerah perkotaan daripada perdesaan.

Hal itu menurutnya karena masyarakat desa memiliki perangkat yang dapat campur tangan dan menyelesaikan masalah perceraian.

Tidak hanya itu, para wanita di desa juga dinilai tidak memiliki kemandirian dan mereka bahkan takut pada masyarakat dan perasaan keluarga.

Sedangkan di perkotaan kondisinya sebaliknya karena perempuan berpendidikan dan bisa mandiri secara finansial.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com