Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio, sebagai bagian dari KG Radio Network yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Tertawaan atas Produk Gagal di Era Informatika Ala Fluxcup

Kompas.com - 25/05/2022, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Fauzi Ramadhan dan Fandhi Gautama

KOMPAS.com - “Aku berhasil karena kegagalan, mampu memperlihatkan kegagalan yang bisa dinikmati orang”Fluxcup

Fluxcup adalah seorang seniman video digital yang terkenal karena video-video unik nan lucu. Ia mengunggah video-video tersebut lewat situs web berbagi video Youtube.

Kaotis, absurd absolut, tetapi mampu mengocok perut mungkin adalah definisi yang tepat dari video-video Fluxcup. Salah satu videonya yang sempat viral pada tahun 2019 adalah video sulih suara (dubbing) wawancara seorang pengacara di acara Mata Najwa.

Kini, akun YouTube yang dinamakan ‘fluxcup institute’ tersebut telah menggaet 235 ribu pengikut dan memiliki 42.081.566 jumlah akumulasi tontonan seluruh video.

Pada siniar (podcast) Beginu musim keempat episode “Ketawa untuk Produk Gagal supaya Waras”, Wisnu Nugroho, Pemimpin Redaksi KOMPAS.com, berkesempatan mewawancarai Fluxcup tentang segala kisah pengkaryaannya yang ternyata berangkat dari keresahan atas film teks tanpa penerjemah.

Selain itu, Fluxcup lantas bercerita tentang bagaimana produk gagal yang ia produksi dapat menjadi gelak tawa di era informatika ini bagi para audiensnya.

“Produk Gagal Industri Hiburan di Era Informatika” adalah kalimat yang acap kali dikeluarkan oleh Fluxcup ketika diminta untuk mendeskripsikan karya-karyanya.

Kalimat ini bukanlah sekadar tanpa arti. Menurut Fluxcup, kalimat itu merupakan respons dirinya terhadap situasi media-media besar Indonesia, khususnya televisi.

“Aku buat alternatif sebuah tontonan yang aku meramukan itu produk gagal, yang pasti misalkan di taro di televisi, itu gak akan tayang,” ucap Fluxcup.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.