Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bambang Asrini Widjanarko
Kurator seni

Kurator seni, esais isu-isu sosial budaya, aktivis, dan seorang guru. Kontak: asriniwidjanarko@gmail.com

Kartini, Kesalehan Sosial dan Eksibisi Indonesian Women Artists #3

Kompas.com - 04/05/2022, 06:20 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya”.
Kutipan surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, Agustus 1900

Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah”.
Kutipan surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, Agustus 1903

Dari surat-surat Kartini, yang dinukil tentang dua hal di atas dengan tarikh 1900-1903 untuk sahabatnya, Abendanon termaktub perempuan dan manusia adalah sebuah keutuhan. Sekaligus perempuan juga hamba bagi sang Pencipta.

Tentang itu, peringatan Hari Kartini tahun ini bersisihan dengan Ramadhan, bulan sakral bagi Muslim sedunia.

Dalam pandangan Islam, Hamba Allah (Abdul Kholiq) tak berarti hanya memampangkan ketundukan personal, yang ritual saja.

Namun juga kesadaran hakiki tentang kontribusi kongkret fenomena di luar diri (tinjauan muamalah). Yakni nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian pada lingkungan sekitar.

Sebuah pameran besar dari sepuluh perupa perempuan yang dihelat bulan April lalu di Galeri Nasional membawa pesan mendalam.

Sejatinya keperempuanan dan karya-karya seni serta kesalehan sosial saling berkelindan. Irisan dengan perayaan Hari Kartini bisa memberi ruang pembacaan ulang.

Tentang catatan-catatan kritisnya dengan dimensi spasial kaum hawa dan masyarakat di zaman digital yang mencengkeram kesadaran ini.

Pameran Seni yang cukup besar tahun 2022, bisa jadi membuka telaah spektrum luas dalam kajian-kajian seni pascafeminisme ala Barat.

Kajian yang tidak saja mengulas kesetaraan gender, tapi eksistensi perempuan mewakili mereka yang dipinggirkan, seperti kesenjangan sosial dll -- selain pergulatan personal spiritual Kartini yang berdimensi kultur lokal (Islam dan tradisi Jawa).

Kita bisa menyaksikan eksibisi seni itu sebagai manifestasi kegundahan sosial ‘para Kartini Abad 21’ yang digelar di Galeri Nasional Indonesia dari Indonesian Women Artists yang ke-3, dengan tajuk ‘Infusion Into Contemporart Art’.

Tema pameran bisa ditranslasikan bebas bahwa seni kontemporer memberi kontribusi energi untuk visi dan ide-ide unik, kontemplatif, menggigit dan tak biasa dari seniman; bermuatan artefak tak hanya yang estetis namun yang etis.

Para seniman itu berkarya selama karirnya lebih dari dua dasawarsa dan telah terbukti menjadi para jawara seni dengan pengakuan global atas nama seniman Indonesia.

Pengakuan Kurator paling senior yang mengampu perhelatan seni ini, yakni Carla Bianpoen, selain didampingi Inda Citraninda Noerhadi dan Citra Smara Dewi, meyatakan pada penulis:

“Saya memilih sepuluh perupa perempuan untuk diundang dalam pameran ini lebih pada gagasan-gagasan mereka yang berpihak pada nilai kemanusiaan universal. Juga konsern mereka pada perspektif lokalitas. Karya-karya mereka cenderung visioner dan bernuansa etis.”

Dari pernyataan Carla, kita mendapati karya-karya seni yang mentransmisi pesan tentang ingatan sejarah komunal, keberanian berpikir terbuka dan kritis dalam konteks bermasyarakat.

Selain keprihatinan tentang krisis lingkungan, penolakan stigma bagi yang dipinggirkan dan tentu saja: refleksi ketuhanan yang subtil.

Yang sakral dan yang perkasa

Foto Patung-patung instalatif Wayang Golek karya Astari Rasjid dan figur-figur instalatif dari khasanah lokal dan global Bambang Asrini Foto Patung-patung instalatif Wayang Golek karya Astari Rasjid dan figur-figur instalatif dari khasanah lokal dan global
Dari keempat perempuan partisipan senior, yakni Astari Rasjid, Dyan Anggraeni, Dolorosa
Sinaga serta Tita Rubi kita bisa menarik benang merah bahwa kemanusiaan bersiborok di antara dua tataran: yang transenden dan yang profan.

Sisi yang sakral dibentangkan oleh patung-patung instalatif Wayang Golek Astari dengan diwakilkan sosok-sosok yang dianggap mulia dan bermartabat dari perempuan.

Lewat figur para Dewi dari khasanah mitologi lokal dan narasi perempuan-perempuan suci global yang karyanya menyambut di pintu utama Galeri Nasional.

Perempuan-perempuan perkasa, yang profan; dipampangkan di galeri dengan karya Tita Rubi, dengan abstraksi instalatif tiga perahu yang menceritakan simbol hal-ikhwal zaman penjelajahan Samudera, sekitar 1618, seperti katanya:

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Misteri Suara Dentuman Berirama dari Kapal Selam Titan yang Tenggelam di Samudra Atlantik

Misteri Suara Dentuman Berirama dari Kapal Selam Titan yang Tenggelam di Samudra Atlantik

Tren
Cerita Ivana Bertemu Ed Sheeran di Pasar Santa Jakarta, Kebagian Vinyl Gratis

Cerita Ivana Bertemu Ed Sheeran di Pasar Santa Jakarta, Kebagian Vinyl Gratis

Tren
Link Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2024, Lengkap di Seluruh Indonesia

Link Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2024, Lengkap di Seluruh Indonesia

Tren
Sidang Isbat Awal Ramadhan 2024: Link, Tahapan, Jadwal dan Lokasi Pantau Hilal

Sidang Isbat Awal Ramadhan 2024: Link, Tahapan, Jadwal dan Lokasi Pantau Hilal

Tren
Viral, Video Dua Remaja Perempuan di Batam Di-bully dengan Ditendang Berkali-kali, Ini Motifnya

Viral, Video Dua Remaja Perempuan di Batam Di-bully dengan Ditendang Berkali-kali, Ini Motifnya

Tren
Penyebab Gempa M 4,9 yang Guncang Sukabumi, Tak Terkait Sesar Lembang

Penyebab Gempa M 4,9 yang Guncang Sukabumi, Tak Terkait Sesar Lembang

Tren
Gempa M 4,9 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa sampai Bandung dan Depok

Gempa M 4,9 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa sampai Bandung dan Depok

Tren
Cara dan Syarat Pinjam Uang di BPJS Ketenagakerjaan, Bisa sampai Rp 25 Juta

Cara dan Syarat Pinjam Uang di BPJS Ketenagakerjaan, Bisa sampai Rp 25 Juta

Tren
Cara Melihat Tweet Lama di X (Twitter) tanpa Harus 'Scroll'

Cara Melihat Tweet Lama di X (Twitter) tanpa Harus "Scroll"

Tren
Jelang Puasa, Harga Telur Naik di Berbagai Wilayah per 1 Maret 2024

Jelang Puasa, Harga Telur Naik di Berbagai Wilayah per 1 Maret 2024

Tren
3 Hal yang Tidak Anda Sadari Ternyata Membuat Kucing Sedih, Apa Saja?

3 Hal yang Tidak Anda Sadari Ternyata Membuat Kucing Sedih, Apa Saja?

Tren
Cara Bikin Paspor Anak Berkewarganegaraan Ganda, Berikut Syarat dan Prosedurnya

Cara Bikin Paspor Anak Berkewarganegaraan Ganda, Berikut Syarat dan Prosedurnya

Tren
UPDATE: Perolehan Suara Partai Pileg DPR RI 2024 Berdasarkan Hasil 'Real Count' KPU, Data 65,75 Persen

UPDATE: Perolehan Suara Partai Pileg DPR RI 2024 Berdasarkan Hasil "Real Count" KPU, Data 65,75 Persen

Tren
Hasil 'Real Count' KPU Data 78,00 Persen: Anies 24,49 Persen, Prabowo 58,83 Persen, Ganjar 16,68 Persen

Hasil "Real Count" KPU Data 78,00 Persen: Anies 24,49 Persen, Prabowo 58,83 Persen, Ganjar 16,68 Persen

Tren
Daftar Wilayah di Jawa Tengah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 2-4 Maret 2024

Daftar Wilayah di Jawa Tengah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 2-4 Maret 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com