Kompas.com - 20/04/2022, 06:05 WIB

KOMPAS.com - Setelah menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Islam bersukacita merayakan hari raya Idul Fitri.

Apalagi, momen Idul Fitri 1443 Hijriah kali ini berada dalam situasi pandemi Covid-19 yang semakin terkendali.

Masyarakat pun kini akhirnya diizinkan untuk mudik, setelah dilarang selama dua tahun akibat virus corona.

Baca juga: THR PNS 2022 Cair H-10 Lebaran, Siapa Saja yang Dapat?

Di Indonesia, hari raya Idul Fitri memiliki nama lain berupa 'Lebaran'.

Sementara hari raya Idul Adha memiliki istilah lain Lebaran Haji atau Lebaran Besar, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Karena lebih ringkas, masyarakat bahkan lebih sering menggunakan kata 'Lebaran' daripada hari raya Idul Fitri.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Booster Sebelum Mudik Lebaran?

Lantas, bagaimana asal-usul penggunaan istilah 'Lebaran' untuk hari raya Idul Fitri?

Belum menemukan sumber autentik tertulis

Ilustrasi lebaran, idul fitriSHUTTERSTOCK/Nature Style Ilustrasi lebaran, idul fitri

Pengamat bahasa Indonesia Ivan Lanin mengatakan, sejauh ini ia belum menemukan sumber autentik tertulis terkait asal kata Lebaran dan kapan kata itu mulai dipakai.

"Yang jelas, kata itu tidak dikenal dalam bahasa Arab dan bukan berasal dari bahasa itu," kata Ivan, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (13/5/2021).

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.