Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hampers: Arti, Sejarah, dan Perbedaannya dengan Parsel

Kompas.com - 18/04/2022, 14:30 WIB
Retia Kartika Dewi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mendekati Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, memberikan bingkisan untuk saudara, keluarga, teman, atau tetangga menjadi hal yang biasa dilakukan.

Bingkisan yang diberikan tersebut bisa berupa hampers atau parsel. Meskipun sering dianggap sama, ternyata hampers dan parsel berbeda.

Lalu, apa pengertian dari hampers dan apa perbedaannya dengan parsel?

Baca juga: Sejarah Hampers

Arti hampers

Dikutip dari Good News From Indonesia, (8/5/2021), hampers adalah suatu kotak berisi makanan dan minuman yang diberikan sebagai kado.

Anda bisa memasukkan kue kering yang sudah diwadahi dengan toples atau minuman kemasan.

Kotak hampers biasanya terbuat dari keranjang anyaman, cantik, rapi, dan tertutup atau terkemas dengan baik.

Sejarah hampers

Dilansir dari Kompas.com, (22/5/2020), hampers pertama kali dikenalkan oleh William the Conqueror, yang memerintah pada abad ke-11 tepat setelah Pertempuran Hastings.

Hampers berasal dari bahasa Perancis "hanapier", yang artinya "keranjang untuk piala".

Pada saat itu, keranjang anyaman digunakan untuk mengangkut makanan dan anggur dalam perjalanan panjang melintasi daratan dan laut.

Karena membutuhkan wadah yang kuat dan tahan lama, mereka membuat anyaman yang berbahan kayu konvensional.

Bahan ini dipilih karena memiliki bobot yang ringan dan memang tahan lama.

Pada revolusi industri tahun 1800-an, tradisi hampers mulai dikaitkan dengan periode Natal dan pemberian hadiah.

Berawal dari keluarga Ratu Victoria kelas menengah atas dari abad ke-19 yang mengubah hampers menjadi barang mewah yang diberikan sebagai hadiah.

Tata cara pemberian hadiah menggunakan hampers ini kemudian menjadi semakin populer.

Seiring berjalannya waktu, hampers kemudian menjadi hal yang wajar diberikan oleh siapa pun terutama saat hari-hari spesial.

Baca juga: Macam Pemberian Saat Lebaran: Dari Parsel hingga Hampers

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

5 Update Kasus Pembunuhan Vina, Bareskrim Turun Tangan dan Dugaan Kejanggalan BAP

5 Update Kasus Pembunuhan Vina, Bareskrim Turun Tangan dan Dugaan Kejanggalan BAP

Tren
Pelaku Penyelundupan Orang Bermodus Iklan Lowker via TikTok Ditangkap di Surabaya, Ini Kronologinya

Pelaku Penyelundupan Orang Bermodus Iklan Lowker via TikTok Ditangkap di Surabaya, Ini Kronologinya

Tren
Apa yang Akan Terjadi Saat Berjalan Kaki 10.000 Langkah per Hari Selama Sebulan?

Apa yang Akan Terjadi Saat Berjalan Kaki 10.000 Langkah per Hari Selama Sebulan?

Tren
3 Manfaat Mengonsumsi Madu dan Teh Hijau, Baik bagi Penderita Diabetes

3 Manfaat Mengonsumsi Madu dan Teh Hijau, Baik bagi Penderita Diabetes

Tren
BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 18-19 Mei 2024

BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 18-19 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 17-18 Mei 2024 | Ikan Tinggi Purin Pantangan Penderita Asam Urat

[POPULER TREN] Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 17-18 Mei 2024 | Ikan Tinggi Purin Pantangan Penderita Asam Urat

Tren
Kondisi Geografis Mahakam Ulu, Tetangga IKN yang Dikepung Sungai dan Kini Darurat Banjir

Kondisi Geografis Mahakam Ulu, Tetangga IKN yang Dikepung Sungai dan Kini Darurat Banjir

Tren
Pesona Air Terjun

Pesona Air Terjun

Tren
Update Banjir Mahakam Ulu, Ratusan Orang Masih Mengungsi

Update Banjir Mahakam Ulu, Ratusan Orang Masih Mengungsi

Tren
Ribka Sugiarto Mundur dari Pelatnas, Kekasih Ungkap Alasannya

Ribka Sugiarto Mundur dari Pelatnas, Kekasih Ungkap Alasannya

Tren
Ilmuwan Akhirnya Tahu Bagaimana Cara Orang Mesir Kuno Membangun Piramida

Ilmuwan Akhirnya Tahu Bagaimana Cara Orang Mesir Kuno Membangun Piramida

Tren
Ada Aturan Baru KRIS, Apakah Perawatan ICU Ditanggung BPJS Kesehatan?

Ada Aturan Baru KRIS, Apakah Perawatan ICU Ditanggung BPJS Kesehatan?

Tren
Jemaah Tolong Jemaah, Kisah Manis Persaudaraan di Madinah

Jemaah Tolong Jemaah, Kisah Manis Persaudaraan di Madinah

Tren
Kata BWF soal Keputusan Kevin Sanjaya Pensiun dari Bulu Tangkis

Kata BWF soal Keputusan Kevin Sanjaya Pensiun dari Bulu Tangkis

Tren
Seorang Pria yang Diduga Terafiliasi Jemaah Islamiyah Serang Kantor Polisi Malaysia, 2 Petugas Meninggal Dunia

Seorang Pria yang Diduga Terafiliasi Jemaah Islamiyah Serang Kantor Polisi Malaysia, 2 Petugas Meninggal Dunia

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com