Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan.

Kemustahilan Sempurna Bukti Ilmiah

Kompas.com - 18/04/2022, 04:10 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SAYA prihatin atas konflik Prof DR Terawan versus IDI yang berkepanjangan sampai IDI tega ingin memecat Prof Terawan di samping DPR tega ingin membubarkan IDI.

Makin prihatin bahwa ternyata yang dipolemikan adalah apa yang disebut sebagai pembuktian ilmiah.

Maka masalah konflik makin runyam akibat masing-masing memiliki tafsir masing-masing tentang kaidah pembuktian ilmiah saling beda satu dengan lainnya.

Teringat pada masa saya belajar dan mengajar di Jerman pada tahun 1970-an abad XX para ilmuwan dan cendekiawan Jerman sudah tidak berpolemik tentang pembuktian ilmiah.

Pemikiran kaum cendekia Jerman sudah melangkah sedemikian maju ke depan sehingga sadar bahwa di antara langit dan bumi tidak semuanya bisa dan perlu dibuktikan secara ilmiah.

Bahkan ilmu pengetahuan Jerman menyediakan ruang khusus bagi yang di Indonesia dianggap klenik mulai dari parapsikologi sampai antroposofika untuk berbagai perihal di alam semesta yang dianggap mustahil dibuktikan secara ilmiah.

Tampaknya pemikiran para saintis Jerman sudah sedemikian arif sehingga mampu dan mau menyadari bahwa sains adalah ciptaan manusia yang mustahil sempurna, maka berarti sains juga mustahil sempurna.

Termasuk mustahil ada bukti ilmiah buatan manusia yang pasti sempurna maka pasti benar.

Bukti ilmiah memang perlu, namun tidak perlu dikultuskan sebagai segala-galanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang sehebat-hebatnya tetap saja sekadar buatan manusia yang mustahi sempurna, kecuali manusia yang meyakini dirinya setara dengan Yang Maha Kuasa.

Secara pribadi saya sudah pernah mengalami ketidak-sempurnaan ilmu kedokteran di mana satu mata ayah saya menjadi buta akibat operasi katarak yang gagal dilakukan seorang profesor doktor dokter spesialis bedah mata penyandang sertifikat ilmiah.

Saya juga pernah berpengalaman menjadi ketua umum yayasan sebuah rumah sakit terkemuka dengan laskar dokter spesialis terkemuka.

Namun terbukti setiap bulan rata-rata sekitar selusin pasien meninggal dunia sebagai bukti kegagalan ilmu kedokteran menyelamatkan nyawa manusia.

Sebagai Ketua Umum Yayasan Ginjal saya tersadar bahwa teknologi hemodialisa dan transplantasi ginjal paling mutakhir yang sudah terbukti secara ilmiah yang paling ilmiah juga tetap mustahil sempurna dalam menyelamatkan manusia dari maut akibat gagal ginjal terminal.

Tragedi skandal obat sedative Thalidomide yang secara ilmiah telah lulus uji klinis bahkan direstui oleh FDA, namun terbukti menyebabkan lahirnya bayi-bayi cacat ragawi merupakan fakta tak terbantahkan bahwa ilmu kedokteran yang sudah dibuktikan secara ilmiah juga tetap mustahil sempurna.

Sejarah sains dipadati kisah teori sains yang terus-menerus disempurnakan seperti, misalnya, teori gravitas Galileo disempurnakan Newton yang disempurnakan Einstein lalu disempurnakan Hawking bersama Penrose dan seterusnya dan selanjutnya sampai akhir jaman.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com