Kompas.com - 08/04/2022, 20:51 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah telah memperbolehkan masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik pada libur Lebaran 2022.

Sejauh ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan terkait agar penyelenggaraan mudik Lebaran 2022 berjalan dengan lancar.

Adapun sejumlah hal yang diantisipasi, yakni lonjakan pemudik, pengawasan protokol kesehatan, dan kelaikan angkutan.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI membahas "Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi Mudik Lebaran Tahun 2022", di Ruang Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Mengapa Syarat Mudik Lebaran 2022 Harus Sudah Divaksin Booster?

Lantas, kapan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2022?

Puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2022

Berdasarkan hasil survei tentang potensi pemudik pada mudik Lebaran 2022 yang dilakukan oleh Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) ditemukan bahwa pengguna kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor akan mendominasi pergerakan mudik.

Tercatat, sebanyak 40 juta orang memilih menggunakan kendaraan pribadi, dari total 79,4 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik.

Budi menjelaskan, pilihan moda transportasi terbanyak kedua setelah kendaraan pribadi, yaitu:

  • Angkutan jalan (bus dan penyeberangan) sebanyak 26,7 juta orang
  • Pesawat 8,9 juta orang
  • Kereta api 8,2 juta orang
  • Kapal, 1,4 juta
  • Angkutan lainnya 0,1 juta orang.

"Dari 79,4 juta orang yang diprediksi mudik, sebanyak 13 juta orang berasal dari Jabodetabek," jelas Budi, dikutip dari laman dephub.go.id, Rabu (6/4/2022).

Sementara itu, berdasarkan rencana operasi dan prediksi hasil survei, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 29-30 April 2022 dan arus balik diperkirakan terjadi pada 8 Mei 2022.

Baca juga: Tarif Tol Semarang-Solo 2022

Provinsi tujuan pemudik

Pelebaran Jalan Tol Jakarta-Cikampek jelang Mudik Lebaran 2022Tangkap layar Youtube Komisi V DPR RI Pelebaran Jalan Tol Jakarta-Cikampek jelang Mudik Lebaran 2022

Adapun untuk provinsi tujuan yang paling dominan akan dituju para pemudik, yakni:

  • Jawa Tengah sebanyak 23,5 juta
  • Jawa Timur sebanyak 16,8 juta
  • Jawa Barat sebanyak 14,7 juta.

Kemudian, untuk jalur perjalanan yang paling dipilih adalah melalui jalan tol Trans Jawa, jalur lintas Jawa Tengah, Tol Cipularang, jalur Pantura, jalan Trans Sumatera, dan beberapa ruas jalan lainnya.

Baca juga: Tarif Tol Jakarta-Semarang 2022

Budi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi melonjaknya pemudik pada 2022.

Salah upaya yang dilakukan, yakni dengan menerbitkan empat Surat Edaran (SE) Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Dalam Negeri merujuk pada terbitnya SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 2022.

Keempat SE tersebut antara lain, SE Nomor 36 (transportasi udara), SE Nomor 37 (transportasi laut), SE Nomor 38 (transportasi darat), dan SE Nomor 39 (transportasi perkeretaapian).

Baca juga: Ngebut di Jalan Tol Bisa Kena Tilang, Pengamat: Jangan Pilih Kasih...

Menyiapkan sarana dan prasarana transportasi

Selanjutnya, Kemenhub bersama operator transportasi juga telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi, untuk memenuhi kebutuhan mobilitas pemudik.

Antara lain, yakni sebanyak 57.693 unit bus pada 48 terminal, 215 unit kapal pada 8 lintas sungai, danau, dan penyeberangan.

Kemudian 38 movable bridge, 2 ponton, dan 11 plengsengan pada dermaga penyeberangan, 327 pesawat untuk melayani 378 rute pada 123 kota, dan 123 kapal pada 117 trayek perintis.

Baca juga: Mudik Lebaran 2022 Diperbolehkan, Mengapa Status PPKM Daerah Tetap Berlaku?

Selain itu, 76 kapal kenavigasian untuk tanggap darurat pada 51 pelabuhan domestik dan 4 pelabuhan internasional, 399 sarana perkeretaapian antar kota pada 138 stasiun serta 1053 perjalanan KRL per hari pada 15 stasiun utama dan 85 stasiun kecil.

Upaya lain yang dilakukan, yaitu memastikan kelaikan sarana angkutan di semua moda transportasi dengan melakukan ramp check, termasuk pemeriksaan kesehatan SDM dan juga pengawasan tarif angkutannya (harga tiket).

Selanjutnya, untuk meningkatkan aspek keselamatan dan mengurangi jumlah pemudik yang akan menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor), Kemenhub akan memfasilitasi Program Mudik Gratis.

Baca juga: Benarkah Jalan Tol Kita Tidak Aman?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Aturan dan Larangan di Jalan Tol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.