Saat Jokowi Kesal Instansi Pemerintah Banyak Belanja Barang Impor...

Kompas.com - 25/03/2022, 18:30 WIB

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan kekesalannya pada instansi pemerintah yang lebih banyak membelanjakan anggaran untuk produk impor, ketimbang produk lokal.

Ia mengatakan, saat kondisi ekonomi global sulit akibat pandemi, disrupsi teknologi, dan perang, salah satu cara ampuh meningkatkan ekonomi negara adalah membeli produk-produk lokal atau dalam negeri.

Lewat pembelian itu, maka perekonomian masyarakat akan bergerak, lapangan kerja tercipta, dan seterusnya.

Namun, Jokowi menyebut, justru yang dibeli oleh instansi adalah barang-barang impor, padahal anggaran pengadaan barang dan jasa sudah cukup besar.

"Cek yang terjadi, sedih saya, belinya barang-barang impor semua. Padahal kita memiliki pengadaan barang dan jasa dengan anggaran modal pusat itu Rp 526 triliun, daerah Rp 535 triliun, BUMN Rp 420 triliun," kata dia, saat acara Afirmasi Bangga Buatan Indonesia disiarkan secara daring, Jumat (25/3/2022).

Bahkan, dia mengandaikan, jika 40 persen saja dari anggaran itu digunakan untuk belanja produk lokal oleh pemerintah pusat, daerah, dan BUMN, maka bisa memicu pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Jokowi Geram Banyak Kementerian Impor Produk, Sebut Bodoh dan Larang Tepuk Tangan

Melarang tepuk tangan

Berdasarkan data yang dia periksa, sejauh ini pemerintah pusat dan daerah baru membelanjakan anggaran untuk produk lokal sebesar 1,5-1,7 persennya saja.

Sementara itu, BUMN memiliki jumlah yang lebih sedikit, yakni 0,4 persennya saja.

"Kalau ini dibelokkan ke dalam negeri, bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan. Kalau kita tidak lakukan, bodoh banget kita ini," ujarnya.

Pernyataan Presiden pun disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin. Namun, Jokowi justru menghentikan tepuk tangan yang terdengar meriah itu.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Cara Meningkatkan Penghasilan agar Tidak Perlu Berutang

7 Cara Meningkatkan Penghasilan agar Tidak Perlu Berutang

Tren
Sejarah Gerwani, Gerakan Wanita Indonesia yang Dikaitkan dengan Aksi G30S

Sejarah Gerwani, Gerakan Wanita Indonesia yang Dikaitkan dengan Aksi G30S

Tren
[POPULER TREN] Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? | Apa yang Terjadi jika Minum Susu Tiap Hari?

[POPULER TREN] Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? | Apa yang Terjadi jika Minum Susu Tiap Hari?

Tren
Peristiwa G30S, Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Peristiwa G30S, Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Tren
Peringatan G30S PKI, Pengibaran Bendera Setengah Tiang 30 September, dan Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan G30S PKI, Pengibaran Bendera Setengah Tiang 30 September, dan Hari Kesaktian Pancasila

Tren
Bjorka Hilang Usai Anggaran Rp 624 Miliar Disetujui, Ini Kata BSSN

Bjorka Hilang Usai Anggaran Rp 624 Miliar Disetujui, Ini Kata BSSN

Tren
Adakah Konsekuensi apabila Tidak Menyampaikan Data Pegawai Non-ASN?

Adakah Konsekuensi apabila Tidak Menyampaikan Data Pegawai Non-ASN?

Tren
Sinyal Resesi Ekonomi Global, Apa yang Akan Terjadi?

Sinyal Resesi Ekonomi Global, Apa yang Akan Terjadi?

Tren
Ramai soal Beda Warna Seragam Pramugari Kereta Api, Ada yang Merah dan Abu-abu, Ini Penjelasannya

Ramai soal Beda Warna Seragam Pramugari Kereta Api, Ada yang Merah dan Abu-abu, Ini Penjelasannya

Tren
Mie Sedaap Korean Spicy Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? Ini Penjelasan BPOM

Mie Sedaap Korean Spicy Ditarik di Hong Kong, Bagaimana di Indonesia? Ini Penjelasan BPOM

Tren
Isu Ridwan Kamil Masuk Golkar, Indikasi Siap Maju Pilpres?

Isu Ridwan Kamil Masuk Golkar, Indikasi Siap Maju Pilpres?

Tren
Nenek 71 Tahun Naik Xpander Tewaskan 3 Orang di Sukabumi, Ditetapkan Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Nenek 71 Tahun Naik Xpander Tewaskan 3 Orang di Sukabumi, Ditetapkan Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Tren
Begini Cara Ubah Data BSU yang Salah

Begini Cara Ubah Data BSU yang Salah

Tren
Deret Rute Kereta Api Terpanjang di Dunia, Ada yang Memakan Waktu Perjalanan Enam Hari!

Deret Rute Kereta Api Terpanjang di Dunia, Ada yang Memakan Waktu Perjalanan Enam Hari!

Tren
Tak Hanya Diabetes, Ini 8 Penyakit akibat Konsumsi Gula Berlebihan

Tak Hanya Diabetes, Ini 8 Penyakit akibat Konsumsi Gula Berlebihan

Tren
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.