Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/03/2022, 11:16 WIB

KOMPAS.com - Seorang ibu berinisial KU (35) di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah tega membunuh anak kandunggnya, Minggu (20/3/2022).

Ibu tersebut menganiaya ketiga anaknya dengan senjata tajam. Akibatnya, satu anak berusia 7 tahun meninggal karena luka di lehernya.

Sementara dua anak lain yang berusia 4,5 tahun dan 10 tahun dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka serius di leher dan dada.

Baca juga: 3 Anak di Brebes Dianiaya Ibu Kandung, 1 Tewas, 2 Dilarikan ke Rumah Sakit

Berikut sederet fakta peristiwa penganiayaan anak kandung oleh ibunya di Brebes:

1. Tetangga mendengar teriakan minta tolong

Minggu (20/3/2022) pagi sekitar pukul 04.00 WIB, Iwan yang merupakan tetangga pelaku mendengar suara keributan dan teriakan meminta tolong.

Sejumlah warga pun berbondong mendatangi rumah KU, asal suara teriakan, dan mendapati Hamidah yang merupakan bibi pelaku tengah berupaya mendobrak pintu kamar tempat pelaku dan anaknya tidur.

Saat pintu berhasil dibuka paksa, warga melihat pelaku masih memakai mukena duduk di samping anak-anaknya yang tergeletak bersimbah darah.

“Karena pada saat kejadian saya termasuk yang menolong, saya melihat ada pisau kater di TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Iwan, dilansir dari KompasTV  (21/3/2022).

2. Pelaku berteriak histeris dan pingsan

Setelah kepergok warga, Iwan mengatakan pelaku ke luar rumah dan berteriak histeris. Tak lama, pelaku pun jatuh pingsan.

Begitu kembali sadar, ibu tiga anak tersebut sempat mengamuk dan mencekik dua tetangganya.

“Setelah mencekik, warga yang lainnya membantu melepaskan. Saat berhasil lepas, pelaku langsung lari ke jalan yang agak lebih besar," ungkap Iwan. 

Sembari berusaha menangkap pelaku, warga lain juga bergegas menyelamatkan anak-anak pelaku. 

“Tidak langsung kami amankan tapi menunggu kesempatan hingga akhirnya pelaku berhasil kami amankan,” kata Iwan.

Baca juga: Ibu di Brebes Aniaya 3 Anak Kandungnya, 1 Tewas dan 2 Terluka, Keluarga Sempat Teriak Minta Tolong

 

3. Satu anak meninggal dunia

Tetangga pelaku, Novi (45) mengungkapkan, anak kedua berinisial ARK (7) mengalami luka di leher dan tewas di tempat.

Kemudian, kakak perempuannya S (10) mengalami luka di dada. Sementara anak bungsu laki-laki berinisial E (4,5) mengalami luka di leher.

“Alhamdulillah nyawa anak pertama dan ketiganya bisa diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun yang nomor dua meninggal dunia,” ungkap Novi, dilansir dari Kompas.com (20/3/2022).

4. Pelaku diamankan polisi

Kepolisian Resor (Polres) Brebes berhasil menangkap pelaku di kediamannya, pada Minggu sore.

“Ya memang benar pelaku sudah kami amankan, sekarang di tahanan Mapolres Brebes,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Brebes AKP Syuaib Abdullah.

Saat digelandang polisi, pelaku penganiayaan anak kandung ini terlihat tenang.

Dari tempat kejadian pelaku menyita sejumlah barang bukti seperti pisau kater, sprei kasur, bantal, dan telepon seluler ikut diamankan.

Pihaknya juga menyebut hingga saat ini masih terus meminta keterangan sejumlah saksi termasuk tetangga korban yang mendapati awal mula kejadian tersebut.

“Akibat ulah pelaku, satu korban dalam hal ini meninggal dunia dan dua korban lainnya sedang dalam perawatan medis di RS Margono Purwokerto,” jelas Syuaib.

Baca juga: Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Ibu di Brebes Aniaya 3 Anaknya, 1 Korban Tewas

 

Pelaku diduga alami gangguan jiwa

Keterangan dari Syuaib, pihaknya hingga kini belum menetapkan status tersangka kepada pelaku.

Hal ini dikarenakan Polres Brebes masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut terkait motif pelaku melakukan perbuatannya.

Adapun dugaan sementara, pelaku mengalami depresi atau gangguan kejiwaan.

“Penerapan tersangka belum karena masih proses penyelidikan. Karena kita harus hati-hati dalam penetapan tersangka karena ada dugaan gangguan kejiwaan,” terangnya, dilansir dari Kompas.com (20/3/2022).

Pihaknya kemudian akan memanggil ahli kejiwaan untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku penganiayaan anak kandung tersebut.

“Penyelidikan lebih lanjut apakah ada gejala depresi ataupun gangguan kejiwaan. Nanti akan panggil ahli kejiwaan,” katanya.

Pengakuan pelaku

Sementara itu, sebuah unggahan video di TikTok oleh akun @randomlahpokonya pada Minggu (20/3/2022) malam, menampilkan kondisi pelaku yang tengah berada dalam tahanan.

Dalam video, pelaku mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin bertobat sebelum mati.

Saya cuman mau tobat, sebelum saya mati. Saya cuman mau menyelamatkan anak-anak biar enggak dibentak-bentak,” ungkap KU dalam video.

Saat pria yang diduga perekam menanyakan bagaimana cara menyelamatkan anak-anaknya, pelaku menjawab, “Mendingan mati saja. Nggak perlu ngerasain sedih. Harus mati biar nggak sakit.

Kayak saya dari kecil. Tidak ada yang tahu saya memendam puluhan tahun,” ujar pelaku dengan raut wajah sedih.

(Sumber: Kompas.com/Kontributor Tegal, Tresno Setiadi | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Daftar NPWP Online 2023, Ketahui Syarat dan Prosedurnya

Cara Daftar NPWP Online 2023, Ketahui Syarat dan Prosedurnya

Tren
Saat Sampah Plastik dari Indonesia Ditemukan Terdampar hingga Afrika…

Saat Sampah Plastik dari Indonesia Ditemukan Terdampar hingga Afrika…

Tren
Mengenal Teddy Hobbs, Balita Jenius yang Bisa 7 Bahasa, Lancar Membaca dari Usia 2 Tahun

Mengenal Teddy Hobbs, Balita Jenius yang Bisa 7 Bahasa, Lancar Membaca dari Usia 2 Tahun

Tren
Ramai soal Petisi “Bebaskan Richard Eliezer”, Apakah Bisa Membuatnya Bebas?

Ramai soal Petisi “Bebaskan Richard Eliezer”, Apakah Bisa Membuatnya Bebas?

Tren
Deretan Penyakit Mematikan karena Hipertensi, Wajib Waspada

Deretan Penyakit Mematikan karena Hipertensi, Wajib Waspada

Tren
Viral, Kisah Driver Gocar Rawat Nenek yang Hidup Sebatang Kara, Gojek: Mitra Driver Jempolan

Viral, Kisah Driver Gocar Rawat Nenek yang Hidup Sebatang Kara, Gojek: Mitra Driver Jempolan

Tren
[POPULER TREN] Buah yang Boleh Dimakan Penderita Asam Lambung | Porsi Makan untuk Turunkan Berat Badan

[POPULER TREN] Buah yang Boleh Dimakan Penderita Asam Lambung | Porsi Makan untuk Turunkan Berat Badan

Tren
Kronologi Rekening Penjual Burung Diblokir KPK hingga Dibuka Kembali

Kronologi Rekening Penjual Burung Diblokir KPK hingga Dibuka Kembali

Tren
Tanaman Putri Malu Disebut Berkhasiat untuk Program Hamil, Benarkah?

Tanaman Putri Malu Disebut Berkhasiat untuk Program Hamil, Benarkah?

Tren
Viral, Unggahan Istilah Bahasa sebagai Nama untuk Bahasa Indonesia, Pakar Sebut Itu Salah

Viral, Unggahan Istilah Bahasa sebagai Nama untuk Bahasa Indonesia, Pakar Sebut Itu Salah

Tren
Cara Membuat Profil Instagram Jadi Avatar

Cara Membuat Profil Instagram Jadi Avatar

Tren
5 Fakta Kasus Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Eks Wali Kota Jadi Tersangka

5 Fakta Kasus Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Eks Wali Kota Jadi Tersangka

Tren
Viral, Foto Bayi 'Dikerokin', Berbahayakah? Ini Penjelasan Dokter...

Viral, Foto Bayi "Dikerokin", Berbahayakah? Ini Penjelasan Dokter...

Tren
Benarkah Diabetes Dapat Memicu Kebotakan?

Benarkah Diabetes Dapat Memicu Kebotakan?

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Musim Kemarau 2023, Ini Prediksi Waktu dan Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Musim Kemarau 2023, Ini Prediksi Waktu dan Wilayahnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+