Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Waktu Terbaik Berolahraga? Ini Plus Minus Olahraga di Pagi, Sore, dan Malam Hari

Kompas.com - 14/03/2022, 15:00 WIB
Diva Lufiana Putri,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kapan waktu terbaik berolahraga? Pertanyaan ini mungkin kerap menghampiri Anda yang tengah ingin hidup lebih bugar dan sehat. 

Beberapa menilai jika waktu terbaik untuk olahraga adalah pagi hari, karena di pagi hari tubuh akan mendapat asupan vitamin D dari sinar matahari.

Namun, ada pula anggapan waktu terbaik berolahraga adalah malam hari. Hal ini dikarenakan saat malam, tubuh terutama kulit bisa terhindar dari paparan sinar ultraviolet (UV).

Menurut para pakar, waktu terbaik olahraga adalah kapan pun asal dilakukan dengan senang hati agar lama-kelamaan rutinitas olahraga bisa berkembang menjadi kebiasaan, hal ini sebagaimana dikutip WebMD.

Sebelum menentukan waktu terbaik untuk berolahraga, cobalah untuk mengenali ritme sirkadian tubuh.

Ritme sirkadian adalah siklus yang mengatur pola bangun dan tidur seseorang dalam kurun waktu 24 jam. Ritme ini bekerja sama dengan otak dan dipengaruhi langsung oleh lingkungan, seperti perubahan cahaya.

Ritme sirkadian akan mempengaruhi fungsi tubuh seperti tekanan darah, suhu tubuh, kadar hormon, serta detak jantung. Kondisi fungsi tubuh ini nantinya sangat berpengaruh terhadap kesiapan tubuh dalam berolahraga.

Coba kenali jam tubuh, apakah Anda termasuk early bird yakni seseorang yang cenderung produktif di pagi hari, atau termasuk night owl yang lebih produktif di malam hari dan cenderung terjaga hingga dini hari.

Menggunakan jam tubuh sebagai acuan waktu berolahraga, menurut WebMD, adalah cara yang tepat. Asalkan tetap mempertimbangkan aktivitas rutin lain, seperti bekerja.

Baca juga: Bolehkah Minum Air Dingin Setelah Olahraga? Ini Manfaatnya untuk Tubuh

Olahraga pagi

Dilansir dari majalah Women’s Health, ahli ilmu olahraga terapan asal University of New England Lara Carlson mengatakan, olahraga pagi sangat bagus untuk yang ingin menurunkan berat badan.

Olahraga pagi akan membantu menggiatkan proses metabolisme tubuh. Akibatnya, kalori yang terbakar jauh lebih banyak, tekanan darah lebih stabil, dan jam tidur pun tidak terganggu.

Berolahraga sebelum melakukan aktivitas rutin lain juga bisa menambah endorfin atau hormon yang bertanggung jawab atas rasa senang. Hal ini seperti dikutip dari Healthline.

Selain itu, ketika berolahraga pagi, kita jadi tak punya "utang" rutinitas sore hari. Sehingga, waktu sore atau malam hari selepas bekerja bisa kita gunakan total untuk beristirahat dan bersantai.

Baca juga: Tidak Banyak Mengeluarkan Keringat Saat Olahraga, Ini Sebabnya

Olahraga sore

Olahraga sore cocok dilakukan oleh kaum night owlPEXELS/JONATHAN BORBA Olahraga sore cocok dilakukan oleh kaum night owl
Selain pagi, sore juga merupakan waktu favorit untuk berolahraga.

Studi dalam Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports (2010) menemukan bahwa kemampuan tubuh berada di puncaknya pada sore hari.

Suhu tubuh yang meningkat sepanjang hari dapat mengoptimalkan fungsi dan kekuatan otot, aktivitas enzim, dan daya tahan tubuh.

Masih dari Women’s Health, Lara Carlson juga menyebut jika olahraga sore hari akan membantu meningkatkan aktivitas enzim dan otot.

Antara jam 2 siang hingga 6 sore, suhu tubuh berada di titik tertinggi. Waktu tersebut merupakan yang paling efektif bagi tubuh untuk berolahraga.

Olahraga sore bisa dipilih untuk night owl yang selalu gugup dan terburu-buru di waktu pagi.

Baca juga: Studi: Olahraga 90 Menit Bisa Tingkatkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Olahraga malam

Waktu olahraga malam hari sangat cocok untuk orang yang memiliki banyak kesibukan di pagi hingga sore hari. 

Beberapa beranggapan jika olahraga waktu malam akan mengganggu jam tidur. Namun dilansir dari Healthline, terganggunya waktu tidur tergantung pada intensitas olahraga yang dilakukan.

Olahraga malam hari juga lebih efektif untuk membentuk otot. Hal ini dibuktikan dari olahraga seperti angkat beban yang jauh lebih baik dan efektif dilakukan saat malam daripada pagi hari.

Sebagai catatan, cobalah untuk tidak langsung tidur setelah berolahraga malam hari. Beri jeda satu hingga 1,5 jam agar tidur bisa lebih nyenyak.

Baca juga: Makan Setelah Olahraga Apakah Bikin Olahraga Sia-sia?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com