Kompas.com - 09/02/2022, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Indonesia melaporkan 83 kematian akibat Covid-19 pada Selasa (8/2/2022), tertinggi sejak empat bulan yang lalu.

Dengan tambahan ini, kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 144.719 orang sejak awal pandemi.

Pada periode yang sama, Indonesia juga melaporkan 37.492 kasus positif Covid-19, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Lantas, apa penyebab kenaikan angka kematian ini?

Berikut penjelasan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19:

Baca juga: Soal Kontroversi Haji di Metaverse, Ini Penjelasan MUI

Penyebab naiknya kasus kematian akibat Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kenaikan angka kematian ini merupakan dampak dari tingkat penularan yang tinggi beberapa waktu terakhir.

"Pada prinsipnya, semakin tinggi tingkat penularan, semakin kelompok rentan berada dalam posisi yang lebih berisiko," kata Wiku, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/2/2022).

Berdasarkan data saat ini, Wiku menyebut, sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal merupakan mereka yang belum divaksin lengkap.

Kelompok lansia dan penderita komorbid atau penyakit bawaan juga termasuk di dalamnya, tetapi memiliki proporsi yang lebih kecil.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sudah ada tiga provinsi dengan jumlah kasus harian melebihi gelombang kedua akibat varian Delta.

"Pertama DKI kemarin sudah mencapai 15.800, padahal puncak tertingginya DKI sebelumnya 14.600," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (7/2/2022).

"Kemudian Banten yang jumlah kasusnya mencapai 4.800, padahal gelombang kemarin 3.900, dan Provinsi Bali yang jumlah kasusnya sudah sempat menyentuh 2.000, sebelumnya 1.900," sambungnya.

Baca juga: Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Masuk PPKM Level 3, Apa Artinya?

 

Angka perawatan RS sekitar 30 persen

Meski kasus harian Covid-19 yang dilaporkan lebih tinggi dari gelombang sebelumnya, Budi menyebut, angka perawatan rumah sakit masih berada di sekitar 30 persen.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tidak panik, karena jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rendah.

"Jadi penting sekali publik memahami bahwa jumlah kasus akan naik tinggi. Dari negara-negara lain bisa dua sampai tiga kali. Yang penting kita bisa menjalankan terus protokol kesehatan," jelas dia.

Ia menjelaskan, kapasitas rumah sakit di Indonesia secara total mencapai 400.000, sebanyak 18.966 di antaranya telah terisi.

Dari 18.966 pasien tersebut, 15.292 sudah terkonfirmasi Covid-19, sementara sisanya masih probabel.

Sementara dari 15.292 pasien itu, 10.000 di antaranya tanpa gejala dan bergejala ringan.

"Jadi ke depan kalau kita lebih efisian, dengan cara OTG dan pasien bergejala ringan itu bisa isolasi mandiri atau terpusat, sebenarnya keterisian rumah sakit kita itu masih sangat rendah," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.