Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Kelirumologi Albert Einstein

Kompas.com - 29/01/2022, 13:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SATU di antara kebanggaan saya adalah pernah mempergelar karya musik sederhana saya pada sebuah konser di kota Ulm, di mana seorang bayi yang diberi nama sebagai Albert Einstein dilahirkan pada tanggal 14 Maret 1879 .

Swiss

Di desa Ulm yang pada saat itu masih berada di dalam wilayah kerajaan Wuerttenberg yang masih berada di dalam wilayah kekaisaran Jerman, Albert Einstein menempuh pendidikan dasar sebelum pindah ke Swiss untuk mengikuti program pendidikan guru matematika dan fisika pada federal sekolah politeknik Zurich.

Pada tahun 1901 resmi menjadi warga negara Swiss lalu bekerja di kantor pendaftaran paten di Bern.

Sambil bekerja sebagai juru tulis pada kantor paten, Albert Einstein terus gigih menulis naskah terkait dengan ilmu.

Pada usia 26 tahun, Albert Einstein menggoreskan namanya untuk abadi tercatat di dalam lembaran sejarah ilmu fisika dengan tinta emas.

Satu di antara empat naskah ilmiah legendaris Albert Einstein nenegaskan bahwa kecepatan gerak cahaya tidak terikat pada gerak sang sumber cahaya yang merupakan dasar apa yang kemudian disebut sebagai teori kenisbian alias Special Theory of Relativity.

Teori kenisbian special itu kemudian diperas intisarinya menjadi E=mc2 sebagai rumusan paling tersohor dalam sejarah peradaban ilmu fisika terbukti paling sering dicetak sebagai logo kaos oblong.

Mohon para pemuja fanatik Albert Einstein memaafkan jika saya keliru dalam meyakini bahwa Albert Einstein adalah manusia mahajenius, namun beliau tetap manusia yang mustahil sempurna, maka tidak semua pemikiran beliau sempurna tepat dan benar.

Misalnya tentang gelombang gravitasional, pemersatuan teori, quantum entanglement, serta ekspansi alam semesta.

Energi nuklir

Semula Einstein bersikeras dalam meyakini bahwa pusat tenaga nuklir adalah sesuatu omong kosong alias impian di siang bolong belaka.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.