Wisnu Nugroho
Pemimpin Redaksi Kompas.com

Wartawan Kompas. Pernah bertugas di Surabaya, Yogyakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta dengan kegembiraan tetap sama: bersepeda. Menulis sejumlah buku tidak penting.

Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya-upaya baik ~ @beginu

Kenapa Kita Mudah Marah dan Pembuat Rasa Pilu di Hari Valentine

Kompas.com - 26/01/2022, 09:58 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

HAI, apa kabarmu?

Semoga kabarmu baik karena anugerah kesehatan.

Seperti prediksi pemerintah pertengahan Januari 2022, Februari dan Maret akan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.

Prediksi itu mulai nyata di akhir Januari ini dengan peningkatan jumlah kasus dari hari ke hari.

Jika di awal Januari kasus positif masih ratusan, persis pada 15 Januari 2022 kasus positif melonjak menjadi 1.054. 

Sepuluh hari kemudian, 25 Januari 2022, kasus positif yang tercatat mencapai 4.878. Sekitar separuh di antara lonjakan kasus itu didapati di DKI Jakarta.

Apakah kita cemas? Apakah kita khawatir berlebihan karena peningkatan kasus harian ini?Tampaknya tidak.

Aktivitas umum berjalan normal tercermin dari padatnya angkutan umum dan macetnya ruas-ruas jalan di Jakarta dan sekitarnya.

Sejumlah pertemuan tatap muka terkait pekerjaan tidak surut karena lonjakan kasus ini.

Kepercayaan diri kita tampaknya cukup tinggi menghadapi lonjakan kasus ini. Kepercayaan diri ini berdasar pada beberapa hal.

Pertama, Omicron sebagai varian baru yang dominan diketahui bergejala ringan dengan tingkat keparahan rendah.

Kedua, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan lebih siap dan terlatih menghadapi kemugkinan lonjakan.

Ketiga, vaksinasi terus digencarkan untuk seluruh warga. Tercatat sudah 308 juta vaksin disuntikkan.

Tenaga medis menyuntikkan vaksin Covid-19 Pfizer booster saat pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga di Kantor OJK, Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2022). Pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 booster atau vaksin dosis ketiga kepada masyarakat umum. Vaksin booster bertujuan untuk memperkuat imunitas masyarakat di tengah serbuan virus corona varian Omicron di Indonesia.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Tenaga medis menyuntikkan vaksin Covid-19 Pfizer booster saat pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga di Kantor OJK, Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2022). Pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 booster atau vaksin dosis ketiga kepada masyarakat umum. Vaksin booster bertujuan untuk memperkuat imunitas masyarakat di tengah serbuan virus corona varian Omicron di Indonesia.
Dari 308 juta vaksin itu, 121 juta warga atau setara 44,3 persen populasi sudah menerima vaksin lengkap.

Bersamaan dengan kepercayaan diri ini, booster atau vaksin ketiga sudah mulai diberikan secara gratis di sejumlah tempat.

Selasa (25/1/2022), bersamaan dengan sekitar 600 karyawan yang mendaftar, saya menerima booster setengah dosis vaksin Pfizer.

Vaksin pertama dan kedua yang saya terima pada Februari-Maret 2021 adalah Sinovac. 

Sejumlah teman melaporkan kejadian ikutan pasca imuniasi atau KIPI seperti nyeri pada lengan di sekitar suntikan, sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri persendian. 

KIPI yang umum yang juga saya alami meskipun tidak berlangsung lama. Dua jam pasca vaksin, KIPI itu tidak lagi terasa.

Oya, apakah kamu sudah vaksin? Apakah vaksinmu sudah lengkap? Jika sudah lengkap, jangan lupa mengecek kapan saatnya harus mendapat booster. 

Meskipun varian Omicron disebut tidak ganas, berjaga-jaga dengan vaksin dan tentu saja disiplin protokol kesehatan tetap diperlukan.

Sabtu (22/1/2022) lalu, kita mendapati kabar kematian pertama yang disebabkan oleh Omicron.

Pasien 1 berusia 64 tahun belum vaksin. Pasien 2 berusia 54 tahun, sudah vaksin namun komorbid tak terkendali.

Gejala yang dialami dua pasien itu adalah sesak napas dan menurunnya saturasi oksigen hinga di bawah 80 persen.

Mayoritas kasus Omicron di Indonesia didapati dari pasien yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Dari 1.161 kasus Omicron pada 21 Januari 2022, 831 kasus adalah pelaku perjalanan luar negeri.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.