Kompas.com - 25/01/2022, 16:15 WIB

KOMPAS.com - Anak dari Nurul Arifin, Maura Magnalia Madyaratri (27) meninggal dunia pada Selasa (25/1/2022) pukul 05.37 WIB.

Seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (25/1/2022), kabar kepergian Maura disampaikan Nurul di akun Instagram pribadi Nurul Arifin.

"Gone to soon my angel Maura. Finally find your peace. Ibu, Bapak, dan Dimel will always miss you" tulis Instagram @na_nurularifin.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Nurul Arifin (@na_nurularifin)

Penyebab meninggal henti jantung mendadak

Mengutip Kompas.com, Selasa (25/1/2022), Suami Nurul Arifin, Mayong Suryo Laksono, mengungkapkan penyebab Maura meninggal adalah henti jantung mendadak.

"Dia, kalau sebab penyakitnya kan adalah henti jantung," ungkap Mayong.

Sebelumnya pada Selasa dini hari, Maura ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART) dengan posisi tidur di atas meja makan dan tubuh sudah dingin.

Baca juga: Maura Magnalia, Putri Nurul Arifin, Meninggal Dunia

Tentang henti jantung

Mengutip Kompas.com, 21 Agustus 2021, serangan jantung (heart attack) dan henti jantung (cardiac arrest) adalah dua hal yang berbeda.

Henti jantung adalah kondisi di mana jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh karena tidak berdetak secara efektif.

Individu yang mengalami henti jantung akan kehilangan kesadaran dalam hitungan detik, dan bisa meninggal dunia jika tidak segera ditangani dalam beberapa menit.

Bahkan henti jantung berakibat fatal lebih dari 89 persen dibandingkan serangan jantung. Hal itu karena saat darah tidak mengalir ke seluruh tubuh, organ lain kekurangan oksigen.

Hal ini bisa sangat membahayakan otak, dan cedera neurologis sering terjadi pada mereka yang selamat dari henti jantung.

Sementara itu, serangan jantung merupakan penyumbatan di arteri yang mencegah darah mengalir ke jantung, dan memicu kerusakan pada otot.

Serangan jantung besar (major heart attack) akan membuat arteri tersumbat, dan memerlukan perawatan segera.

Serangan jantung yang parah bahkan dapat memicu henti jantung, atau gagal jantung (kondisi di mana jantung gagal memberikan darah ke tubuh, namun tidak sepenuhnya berhenti berdetak).

Baca juga: Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.