Kompas.com - 22/01/2022, 10:30 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah telah menyalurkan minyak goreng subsidi seharga Rp 14.000 sejak 19 Januari 2022.

Sayangnya, banyak masyarakat yang memaknai kehadiran subsidi minyak goreng itu dengan berebut stok yang ada.

Tak heran, stok minyak goreng di rak-rok toko langsung habis, seperti yang terjadi sebelumnya pada masker, handsanitizer, dan susu Bear Brand.

Meski dibatasi maksimal 2 liter, masyarakat tak kehabisan akal untuk bisa memborong stok yang ada.

Hal ini terlihat dari banyaknya unggahan di media sosial yang membagikan kisah mereka bisa membeli minyak goreng dalam stok banyak.

Baca juga: Minyak Goreng Rp 14.000, Bisa Didapat di Mana Saja?

Dalam akun @AREAJULID, misalnya, ada unggahan yang berisi cerita warga mendapatkan puluhan minyak goreng dengan cara mengajak seluruh anggota keluarga dan membeli di beberapa retail.

Seperti diketahui, subsidi atau kebijakan minyak goreng satu harga ini merupakan upaya lanjutan pemerintah dalam menjamin ketersediaan stok dengan harga terjangkau.

Melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana, akan dijual dengan harga setara Rp 14.000 per liter untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta usaha mikro dan kecil.

Baca juga: Minyak Goreng Satu Harga, Ini Kontak Aduan dan Sanksi bagi Pelanggar

Tak perlu panic buying

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang mengatakan bahwa kebijakan harga minyak goreng satu harga dimulai dari ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Ia juga memastikan stok minyak goreng harga Rp 14.000 aman dan meminta masyarakat tidak panic buying.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.