Kompas.com - 20/01/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com -  Secangkir kopi wangi yang mengepul panas disebut juga dengan nama a cup of joe. Sebutan ini adalah sebutan lama, konon katanya sudah dipakai sejak Perang Dunia I pecah.

Kopi sendiri adalah minuman masyarakat kuno. Diawali dari penggembala kambing di Ethiopia, yang mengamati kambing-kambing mereka lebih energik setelah memakan sejenis buah beri.

Buah beri yang ternyata adalah biji kopi tersebut lantas dikonsumsi pula oleh sang penggembala, juga diberikan kepada para biarawan.

Para biarawan yang habis mengonsumsi kopi ternyata bisa terjaga sampai pagi hingga mereka bisa berdoa sepanjang malam suntuk.

Kopi pun tenar, lantas menyebar hingga ke Jazirah Arab, Eropa juga Asia dan Amerika.

Melansir dari Reader's Digest, selama beratus-ratus tahun kopi  menyebar ke seluruh pelosok dunia. Meski waktu itu belum ada embel-embel a cup of joe di dalamnya.

Baca juga: Makanan yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi

Asal muasal a cup of joe

Ada berbagai macam versi cerita mengenai asal muasal sebutan a cup of joe. Salah satu versi mengarah pada cerita di geladak kapal pasukan angkatan laut Amerika Serikat, di kala Perang Dunia I pecah tahun 1914.

Adalah pelaut bernama Josephus Daniel, yang adalah sekretaris NAVY di bawah kepemimpinan presiden Woodrow Wilson.

Daniel kala itu berusaha meningkatkan moral serdadunya dengan menerapkan beberapa peraturan baru, seperti penambahan jumlah pendeta di atas kapal dan pelarangan alkohol.

Ada banyak sebutan untuk kopi, mulai dari a cup of java hingga a cup of joe.Unsplash/Brooke Lark Ada banyak sebutan untuk kopi, mulai dari a cup of java hingga a cup of joe.
Mengutip dari The Kitchn, sebagai ganti alkohol, awak dapur kapal NAVY memperbanyak biji kopi karena kopi adalah minuman stimulan terkuat kedua setelah alkohol di antara jenis minuman lainnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.