Kompas.com - 17/01/2022, 20:00 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.

KOMPAS.com - Laporan kasus Covid-19 varian Omicron terus bertambah dalam beberapa hari terakhir dan mencapai 784 orang hingga Sabtu (15/1/2022).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kondisi pasien yang terinfeksi varian Omicron.

"Sampai sekarang sudah ada lebih dari 500 orang yang dirawat di rumah sakit dan yang pulang sudah 300-an," kata Menkes dalam konferensi pers virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (16/1/2022).

Dari ratusan pasien tersebut, tiga pasien dilaporkan membutuhkan bantuan oksigen dengan kategori ringan.

"Dari tiga orang itu, dua di antaranya sudah sembuh dan pulang," jelas Budi. 

Baca juga: Thailand Laporkan Kematian Pertama akibat Covid-19 Varian Omicron

Transmisi lokasi

Budi juga mengatakan, lebih dari 99 persen kasus varian Omicron di Indonesia merupakan transmisi lokal dan terjadi di DKI Jakatta.

Karena itu Budi mempersiapkan DKI Jakarta secara khusus sebagai medan perang pertama menghadapi varian Omicron.

Pihaknya menjelaskan, Indonesia harus bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 secara cepat dan tinggi akibat varian Omicron ini.

Menurut dia, berkaca dari negara-negara lain, puncak kasus kemungkinan akan terjadi antara 35-65 hari mendatang.

"Indonesia pertama kali mengidentifikasi Omicron adalah pertengahan Desember 2021, kita mulai naiknya di awal Januari," ujarnya.

Rentang waktu antara 35-65 hari menurutnya bisa terjadi kenaikan cukup cepat dan tinggi. 

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Apakah Omicron Sudah Menyebar di Indonesia?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.