Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita dan Spesifikasi KRI dr Soeharso-990, Kapal Perang Rumah Sakit TNI AL

Kompas.com - 09/01/2022, 16:00 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) memiliki kapal perang jenis bantu rumah sakit (BRS) KRI dr Soeharso.

KRI dr Soeharso yang memiliki nomor lambung 990 sudah malang melintang dalam berbagai misi kemanusiaan, termasuk saat pandemi di Indonesia.

Adapun salah satunya membantu memenuhi kebutuhan oksigen di Jawa Tengah, utamanya di Semarang Raya guna penanganan pasien Covid-19 pada Agustus 2021.

Sebelum pandemi, KRI dr Soeharso-990 sudah mengelilingi Indonesia, baik untuk latihan TNI AL maupun difungsikan sebagai rumah sakit saat bencana alam, seperti saat tsunami Aceh 2004 dan gempa Palu 2018.

Berikut spesifikasi hingga perjalanan KRI dr. Soeharso-990:

Baca juga: Kisah dan Spesifikasi KRI Teluk Bone 511, Kapal Perang TNI AL Eks Perang Dunia II

Spesifikasi KRI dr Soeharso-990

Dilansir dari Tni.mil.id, KRI dr Soeharso dengan nomor lambung 990 sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele 972, berbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh.

Kapal perang sepanjang 122 meter, lebar 22 meter, dan draft 6,7 meter ini mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super Puma sekaligus.

KRI dr Soeharso-990 juga dilengkapi sebuah hanggar untuk menampung helikopter satu lagi, dan juga melakukan perawatan terhadap helikopter tersebut.

Sebagai kapal rumah sakit, tersedia 1 ruang UGD, 3 ruang bedah, 6 ruang poliklinik, 14 ruang penunjang klinik, dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur.

Kapal ini memiliki 75 Anak Buah Kapal (ABK), 65 staf medi,s dan mampu menampung 40 pasien rawat inap.

Jika dalam keadaan darurat, KRI dr. Soeharso-990 juga dapat menampung 400 pasukan dan 3.000 penumpang.

Dalam fungsinya sebagai kapal angkut, KRI dr. Soeharso-990 mampu mengangkut 14 truk/tank dengan bobot per truk/tank 8 ton.

Persenjataan, kapal ini dilengkapi senjata 2 pucuk meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm, sementara tenaga penggeraknya adalah mesin diesel.

Baca juga: Perbandingan Spesifikasi Jet Tempur F-15EX dan Dassault Rafale, Canggih Mana?

Misi yang pernah diemban KRI dr Soeharso-990

KSAL Laksamana TNI Yudho Margono memimpin upacara tabur bunga bersama keluarga kru KRI Nanggala-402 di atas KRI dr Soeharso, Jumat (30/4/2021).Dispenal KSAL Laksamana TNI Yudho Margono memimpin upacara tabur bunga bersama keluarga kru KRI Nanggala-402 di atas KRI dr Soeharso, Jumat (30/4/2021).

Kapal ini diklasifikasikan sebagai kapal LPD (Landing Platform Dock).

Lebih lanjut, kapal produksi Daesun Shipbuilding and Eng.Co.Ltd Pusan Korea Selatan ini tiba di Indonesia pada 2003.

Nama dr Soeharso diambil dari nama seorang dokter orthopedi (dokter ahli bedah tulang), yakni Prof dr Soeharso nama yang sama dengan nama Rumah Sakit Orthopedi dan Rehabilitasi di Solo, Jawa Tengah.

Ia telah banyak berjasa selama masa perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan membantu menolong dan merehabilitasi pejuang yang mengalami cacat anggota gerak tangan dan kaki akibat peperangan.

Baca juga: Spesifikasi Senjata SS2 V4 Buatan Pindad yang Diamankan TNI dari KKB

Selain itu, KRI dr. Soeharso-990 juga sudah mengenyam beberapa Satgas Operasi, yaitu:

  • Operasi Bhakti Sosial Kesehatan setiap tahun (Surya Bhaskara Jaya dan Baksos TNI Terpadu) di pulau-pulau terdepan dan pulau terpencil
  • Operasi bantuan bencana tsunami Aceh 2004
  • Operasi bantuan bencana Gempa di Sumatera Barat (Sumbar) 2009.

KRI dr Soeharso-990 pun pernah mengemban misi operasi kemanusiaan di Timor Leste pada awal 2016, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo.

Kapal tersebut melakukan kegiatan bakti kesehatan terhadap masyarakat Timor Leste.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com