Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Salah Pilih, Kenali 4 Jenis Lensa Kacamata

Kompas.com - 08/01/2022, 16:05 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com - Jenis lensa kacamata yang sering digunakan masyarakat kebanyakan ada empat, masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri. 

Mengenal jenis-jenis lensa sangat penting. Sehingga nantinya Anda bisa memilih lensa yang sesuai kebutuhan dan kenyamanan mata.

Ketika Anda salah memilih lensa, maka kenyamanan indera penglihatan adalah yang dipertaruhkan.

Selain gangguan mata tak teratasi, ada risiko muncul gangguan mata lebih parah karena pemakaian kacamata yang kurang tepat.

Baca juga: 6 Gangguan Mata Usia 40 Tahun ke Atas dan Cara Menanganinya

Jenis-jenis lensa kacamata

Jenis lensa pertama disebut lensa tunggal atau single vision lens. Lensa ini hanya memiliki satu titik fokus saja, biasanya lensa ini digunakan untuk kacamata miopi atau negatif, kacamata hipermetropi atau positif dan kacamata silindris. 

Kacamata jenis ini cocok untuk Anda yang hanya memiliki satu jenis kelainan mata saja, seperti mata minus, mata plus atau mata silindris.

Jenis kedua adalah lensa bifokal, yaitu lensa yang memiliki dua titik fokus. Lensa ini digunakan untuk membantu penglihatan jauh juga dekat.

Ada empat jenis lensa kacamata yang tersedia di pasaran, pilih sesuai kebutuhan.Unsplash/Dayne Topkin Ada empat jenis lensa kacamata yang tersedia di pasaran, pilih sesuai kebutuhan.
Lensa bagian atas memiliki fokus untuk penglihatan jarak jauh. Sedangkan lensa bagian bawah, memiliki titik fokus yang bisa digunakan membaca jarak dekat atau mengatasi gangguan mata plus.

Jenis lensa ketiga adalah lensa progresif. Lensa ini juga memiliki lebih dari satu titik fokus.

Bedanya dengan bifokal, lensa progresif tak memiliki garis pembatas pada lensa yang memiliki titik fokus untuk penglihatan jauh dan titik fokus penglihatan jarak dekat.

Jenis keempat adalah lensa transisi. Lensa ini unik karena mampu mengubah warna lensa berkat sifat cahaya yang terpolarisasi.

Ketika digunakan dalam ruangan tertutup, lensa akan berwarna bening. Namun ketika digunakan beraktivitas di bawah cahaya mayahari, lensa mata akan otomatis berubah jadi gelap layaknya sun glasses

Baca juga: Cara Menghilangkan Goresan pada Lensa Kacamata

Cara memilih dan menyimpan kacamata

Melansir Web MD, untuk memilih kacamata yang tepat, bukan hanya bingkai kacamata saja yang harus disesuaikan dengan bentuk wajah, namun juga jenis dan bahan dari lensa yang ada.

Lensa kacamata zaman dahulu terbuat dari kaca, namun lensa masa kini tak ada lagi yang terbuat dari kaca melainkan dari plastik berteknologi tinggi.

Jika ingin lensa yang tipis dan ringan, Anda bisa memilih lensa yang terbuat dari polikarbonat, yang tahan terhadap benturan sehingga aman untuk Anda yang sering berolahraga.

Atau lensa trivex, yang selain tahan benturan juga bisa efektif mengoreksi kualitas indera penglihatan. 

Lensa yang terbuat dari plastik high index juga bisa dipilih, atau lensa aspheric dan lensa photochromic yang juga sama-sama ringan dan tipisnya.

Untuk menyimpan kacamata, pastikan Anda meletakkannya dalam wadah kering dan aman dari benturan. Bersihkan dengan air dan lap khusus kacamata untuk mencegah timbulnya goresan pada lensa.

Baca juga: Catat, Ini Cara Klaim Kacamata BPJS Kesehatan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

10 Manfaat Minum Air Kelapa Murni Tanpa Gula, Tak Hanya Turunkan Gula Darah

10 Manfaat Minum Air Kelapa Murni Tanpa Gula, Tak Hanya Turunkan Gula Darah

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 19-20 April 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 19-20 April 2024

Tren
[POPULER TREN] Status Gunung Ruang Jadi Awas | Kasus Pencurian dengan Ganjal ATM

[POPULER TREN] Status Gunung Ruang Jadi Awas | Kasus Pencurian dengan Ganjal ATM

Tren
Menlu Inggris Bocorkan Israel Kukuh akan Respons Serangan Iran

Menlu Inggris Bocorkan Israel Kukuh akan Respons Serangan Iran

Tren
Erupsi Gunung Ruang pada 1871 Picu Tsunami Setinggi 25 Meter dan Renggut Ratusan Nyawa

Erupsi Gunung Ruang pada 1871 Picu Tsunami Setinggi 25 Meter dan Renggut Ratusan Nyawa

Tren
Menelisik Video Prank Galih Loss yang Meresahkan, Ini Pandangan Sosiolog

Menelisik Video Prank Galih Loss yang Meresahkan, Ini Pandangan Sosiolog

Tren
'Tertidur' Selama 22 Tahun, Ini Penyebab Gunung Ruang Meletus

"Tertidur" Selama 22 Tahun, Ini Penyebab Gunung Ruang Meletus

Tren
Tidak Menghabiskan Antibiotik Resep Dokter Bisa Sebabkan Resistensi, Ini Efek Sampingnya

Tidak Menghabiskan Antibiotik Resep Dokter Bisa Sebabkan Resistensi, Ini Efek Sampingnya

Tren
Video Burung Hinggap di Sarang Semut Disebut untuk Membersihkan Diri, Benarkah?

Video Burung Hinggap di Sarang Semut Disebut untuk Membersihkan Diri, Benarkah?

Tren
Membandingkan Nilai Investasi Apple di Indonesia dan Vietnam

Membandingkan Nilai Investasi Apple di Indonesia dan Vietnam

Tren
Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Wajah Bertekstur atau “Chicken Skin”

Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Wajah Bertekstur atau “Chicken Skin”

Tren
Benarkah Pertalite Dicampur Minyak Kayu Putih Bisa Menaikkan Oktan?

Benarkah Pertalite Dicampur Minyak Kayu Putih Bisa Menaikkan Oktan?

Tren
Viral, Video Truk Melaju Tak Terkendali Tanpa Sopir di Tol Kalikangkung, Ini Kronologinya

Viral, Video Truk Melaju Tak Terkendali Tanpa Sopir di Tol Kalikangkung, Ini Kronologinya

Tren
Kemenkes Catat Kasus Kematian DBD Naik Nyaris 3 Kali Lipat Dibandingkan 2023

Kemenkes Catat Kasus Kematian DBD Naik Nyaris 3 Kali Lipat Dibandingkan 2023

Tren
5 Fakta Seputar Gunung Ruang Meletus, Berpotensi Tsunami

5 Fakta Seputar Gunung Ruang Meletus, Berpotensi Tsunami

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com