Kompas.com - 03/01/2022, 12:05 WIB

KOMPAS.com - Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono memberikan penjelasan terkait adanya unggahan temuan uang palsu dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang viral di media sosial.

Menurutnya, masyarakat yang menemukan uang diduga palsu dari ATM harap segera melapor ke pihak bank yang bersangkutan.

"Dalam hal ditemukan uang yang diduga palsu dari ATM, yang bersangkutan agar menghubungi bank untuk memperoleh klarifikasi terhadap uang yang diduga palsu tersebut," kata Erwin saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/1/2022).

Menurutnya, pihak bank biasanya akan melaporkan hal tersebut ke Bank Indonesia (BI) untuk diteliti lebih lanjut.

Baca juga: Sejarah ATM Pertama di Indonesia, sejak Kapan Mulai Digunakan?

Dari hasil klarifikasi itu, pihak bank akan menginfokan kembali kepada nasabah.

Erwin mengatakan, nasabah akan mendapat pengganti apabila terbukti bahwa uang palsu tersebut berasal dari ATM.

"Untuk penggantiannya, sepanjang banknya bisa memastikan bahwa uang tersebut diperoleh dari ATM-nya, maka bank akan mengganti," jelas dia.

Terlepas dari itu, ia menyebut mesin ATM, CDM, atau CRM semuanya memiliki alat deteksi untuk mencegah adanya uang palsu masuk.

Baca juga: Foto Viral Uang Rp 10.000 Dicoret-coret Open BO, BI Tegaskan Ada Pidananya

Cerita penemuan uang palsu saat penarikan di ATM

Untuk diketahui, media sosial baru-baru ini diramaikan dengan cerita salah satu warganet yang mengaku mendapat uang palsu saat melakukan penarikan di ATM.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.