Kompas.com - 03/01/2022, 12:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DUNIA persilatan Betawi berduka menjelang Tahun Baru 2022. Tokoh silat legendaris Cina Benteng, Lie Djie Tong, yang mengajarkan silat beksi, meninggal dunia pada usia 102 tahun pada Rabu, 29 Desember 2021.

Sebelum dimakamkan, jenazahnya dibaringkan di Rumah Duka “Boen Tek Bio” yang berlokasi di tepi Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Ratusan pelayat berdatangan, terutama mereka yang pernah berlatih beladiri beksi. Para pelayat yang datang dari arah Babakan melewati jembatan merah menuju Jalan Akses Tanah Gocap yang terdapat rumah duka tersebut.

Baca juga: Kota Tangerang Masukkan Silat Beksi ke Kurikulum Sekolah

Di bawah jembatan terlihat air Cisadane mengalir pelan menuju muara seakan-akan mengajarkan kepasrahan dalam kehidupan.

Di sungai inilah secara berkala, setahun sekali perahu naga berlaga dalam acara budaya pe’cun, peninggalan peradaban Cina Benteng yang tinggal di Tangerang sejak tahun 1700-an.

Dari rumah duka di tepi Cisadane, jenazah pendekar itu kemudian dibawa ke pemakaman keluarga di Dadap, Kabupaten Tangerang. Di sinilah Lie Djie Tong yang kerap disapa Empek Jitong dimakamkan, pada Sabtu pagi, 1 Januari 2022.

Lie Djie Tong meninggalkan kenangan indah dan jasa besar terhadap perkembangan dunia silat di Tanah Air. Ketokohannya menjadi rangkaian sejarah silat beksi yang sekarang meluas dan menjadi salah satu ragam silat Betawi yang terkemuka.

Tokoh ini penting untuk ditulis biografinya. Belakangan banyak yang merekam video-nya tentang beksi untuk mengisi konten YouTube. Saya sendiri tertarik untuk menulis biografinya.

Pada awal Desember 2021, saya sempat menghubungi kawan dekat saya Nuryaman yang tinggal tidak jauh dari rumah Lie Djie Tong di Dadap, untuk minta waktu wawancara dalam rangka menulis biografinya.

“Baik Pak Nasir, saya minta izin keluarganya dulu, karena beliau sudah sepuh,” kata Nuryaman.

Saya menunggu sampai tiga minggu lebih, Nuryaman belum kirim kabar kapan saya bisa wawancara dengan Mpek Jitong. Saya menduga Nuryaman yang mistikus pengikut tarikat ini tenggelam dalam dzikirnya, dan lupa pesan saya.

Tiba-tiba ia kirim kabar kabar lewat aplikasi WhatsApp bahwa Empek Jitong meninggal dan dimakamkan pada 1 Januari 2022. Dia kirim empat foto pemakaman Lie Djie Tong di Dadap, kampung tempat kelahirannya 102 tahun silam.

Dadap pusat beksi

Dadap dalam catatan lintasan sejarah sempat menjadi pusat beladiri beksi sebelum olah kanuragan ini menyebar ke mana-mana.

Perguruan silat beksi didirikan di Dadap oleh kakek Lie Djie Tong yang bernama Lie Tjeng Hok yang kemudian diteruskan oleh Lie Djie Tong, dan murid-muridnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.