Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/12/2021, 16:30 WIB
Rosy Dewi Arianti Saptoyo,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selama pandemi virus corona sejak 2020 hingga 2021, muncul istilah kebijakan PSBB, PPKM hingga Mikro Lockdown. 

Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk membatasi pergerakan masyarakat dan mencegah penyebaran virus corona Covid-19. 

Istilah tersebut berganti seiring dengan dinamika naik turunnya kasus penularan di masyarakat. Berikut ini daftarnya: 

Baca juga: Dua Tahun Jokowi-Maruf, Atasi Pandemi dengan PSBB hingga Berbagai Bentuk PPKM

1. PSBB

Dalam rangka mengantisipasi penyebaran infeksi Covid-19, sejak 2020 pemerintah menerapkan beragam pembatasan mobilitas masyarakat.

Saat awal Covid-19 terdeteksi di Indonesia, pemerintah memutuskan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang secara resmi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 31 Maret 2020.

Dasar hukum pengambilan kebijakan ini adalah status kedaruratan kesehatan masyarakat akibat virus corona yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Istilah PSBB masih dipakai hingga pertengahan Januari 2021.

2. PPKM

Akibat meningkatnya kembali kasus Covid-19 usai libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, pemerintah mengambil kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021.

Keputusan PPKM di Jawa dan Bali itu diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2021.

Perbedaan dari PSBB dan PPKM adalah rincian mengenai pembatasan kegiatan masyarakat di beberapa sektor, seperti tempat kerja atau perkantoran, kegiatan belajar mengajar, restoran atau tempat makan, mall atau pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah.

Baca juga: Satgas Covid-19: Konsep Micro Lockdown Bagian dari PPKM Mikro yang Sedang Berjalan

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Dari Mencair hingga Menyublim, Berikut 6 Perubahan Wujud Zat atau Materi

Dari Mencair hingga Menyublim, Berikut 6 Perubahan Wujud Zat atau Materi

Tren
Beredar Info Kurikulum Nasional Akan Gantikan Kurikulum Merdeka Mulai Maret 2024, Ini Penjelasan Kemendikbud Ristek

Beredar Info Kurikulum Nasional Akan Gantikan Kurikulum Merdeka Mulai Maret 2024, Ini Penjelasan Kemendikbud Ristek

Tren
Hasil Real Count KPU: Perolehan Suara Partai Pileg DPR RI 2024, Data 65,48 Persen

Hasil Real Count KPU: Perolehan Suara Partai Pileg DPR RI 2024, Data 65,48 Persen

Tren
Hasil Real Count KPU Pilpres 2024 Data 77,79 Persen: Anies 24,49 Persen, Prabowo 58,83 Persen, Ganjar 16,68 Persen

Hasil Real Count KPU Pilpres 2024 Data 77,79 Persen: Anies 24,49 Persen, Prabowo 58,83 Persen, Ganjar 16,68 Persen

Tren
Apa yang Terjadi Pada Tubuh jika Minum Kopi Hitam Setiap Hari?

Apa yang Terjadi Pada Tubuh jika Minum Kopi Hitam Setiap Hari?

Tren
Angin Puting Beliung Melanda Sejumlah Kecamatan di Gunungkidul, Ini Kata BMKG

Angin Puting Beliung Melanda Sejumlah Kecamatan di Gunungkidul, Ini Kata BMKG

Tren
Studi: Manusia Jadi Lebih Jarang Tertawa Setelah Mulai Bekerja

Studi: Manusia Jadi Lebih Jarang Tertawa Setelah Mulai Bekerja

Tren
Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Makan 'Oatmeal' Setiap Hari?

Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Makan "Oatmeal" Setiap Hari?

Tren
WhatsApp Akan Larang 'Screenshot' Foto Profil Pengguna Lain

WhatsApp Akan Larang "Screenshot" Foto Profil Pengguna Lain

Tren
5 Jenis Ikan Ini Bantu Memperpanjang Umur, Rutin Dikonsumsi Warga Zona Biru

5 Jenis Ikan Ini Bantu Memperpanjang Umur, Rutin Dikonsumsi Warga Zona Biru

Tren
China Jadi Negara dengan Biaya Membesarkan Anak Termahal di Dunia

China Jadi Negara dengan Biaya Membesarkan Anak Termahal di Dunia

Tren
'Agak Laen' dan Deretan Film Terlaris Indonesia Sepanjang Sejarah

"Agak Laen" dan Deretan Film Terlaris Indonesia Sepanjang Sejarah

Tren
BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 29 Februari-1 Maret 2024

BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 29 Februari-1 Maret 2024

Tren
[POPULER TREN] Tarif Terbaru Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ | Penyebab Pluto Dikeluarkan dari Daftar Planet Tata Surya

[POPULER TREN] Tarif Terbaru Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ | Penyebab Pluto Dikeluarkan dari Daftar Planet Tata Surya

Tren
Cara Cek Pondok Pesantren yang Terdaftar di Kemenag

Cara Cek Pondok Pesantren yang Terdaftar di Kemenag

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com