Denon Prawiraatmadja
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan

Meningkatkan Sosialisasi Aturan Transportasi

Kompas.com - 24/12/2021, 09:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KECELAKAAN di sektor transportasi baik itu darat, laut, udara maupun kereta api kadangkala disebabkan oleh hal-hal yang sepele.

Misalnya karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian seseorang atas peraturan keselamatan dan keamanan moda transportasi sehingga melakukan perbuatan yang melanggar aturan tersebut.

Saya mencatat ada beberapa contoh kecelakaan atau berpotensi kecelakaan yang berawal dari hal-hal sepele karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian masyarakat akan aturan keselamatan dan keamanan transportasi.

Beberapa tahun lalu, pernah kejadian kapal tenggelam ketika sudah hampir sampai ke pelabuhan.

Masalahnya sederhana, saat pelabuhan sudah kelihatan di kejauhan, banyak penumpang yang berusaha mencari sinyal telepon selulernya setelah sekian lama sinyal hilang selama pelayaran di laut.

Tanpa disadari, penumpang-penumpang tersebut berkumpul di satu titik kapal berakibat keseimbangan kapal terganggu dan akhirnya dengan cepat terbalik dan tenggelam.

Dan yang terbaru adalah kasus penumpang yang membuka jendela darurat pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma pada Senin, 20 Desember lalu.

Pelaku adalah seorang kepala desa yang sehari-harinya tinggal di desa dan baru dua kali naik pesawat.

Pertama ketika berangkat dari Bandara Ngloram Cepu menuju Bandara Halim Perdanakusuma, beberapa hari yang lalu.

Kedua saat kejadian itu terjadi, yaitu saat dia akan terbang untuk perjalanan pulang.

Pelaku beralasan tidak tahu dan tidak mengerti aturan keselamatan penerbangan sehingga melakukan hal tersebut.

Untungnya jendela darurat yang terbuka segera diketahui awak kabin sehingga bisa dilakukan penanganan sesuai aturan dan tidak terjadi kecelakaan fatal karena saat itu pesawat belum terbang.

Kalau pesawat sudah mengangkasa, ceritanya bisa sangat lain.

Namun akibat kejadian-kejadian sepele itu bisa sangat fatal dan merugikan. Contohnya pada kejadian kapal yang tenggelam di perairan Bau Bau, Sulawesi Tenggara, pada contoh di atas adalah adanya korban tewas yang mencapai puluhan orang.

Begitupun kapal yang tenggelam pasti membuat kerugian besar bagi operator pelayaran tersebut.

Sedangkan akibat kejadian di Bandara Halim Perdanakusuma di atas, pesawat yang harusnya terbang menuju Bandara Ngloram, Cepu Blora di Jawa Tengah, terpaksa dibatalkan.

Jendela darurat harus dibetulkan lagi, pesawat harus dicek dengan seksama sehingga memerlukan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.