Kompas.com - 16/12/2021, 11:27 WIB

KOMPAS.com - Kasus infeksi virus corona dengan varian Omicron terdeteksi di Indonesia.

Pada Kamis (16/12/2021), Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan satu kasus positif Covid-19 dengan varian Omicron.

Kasus ini terdeteksi pada seorang petugas kebersihan yang bertugas di RSDC Wisma Atlet.

Bagaimana gejala terinfeksi virus corona varian Omicron?

Orang yang terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 dapat mengalami gejala dari ringan hingga berat, meskipun tak semua orang yang terpapar akan memunculkan gejala tertentu atau tak bergejala. 

Gejala terinfeksi varian Omicron tidak berbeda jauh dibandingkan varian Covid-19 lainnya.

Gejala itu di antaranya demam, sakit kepala, batuk, dan kehilangan penciuman.

Baca juga: Update Corona 10 Desember: WHO Sebut Omicron Bisa Ubah Arah Pandemi 

Infeksi varian Omicron cenderung menyebabkan gejala kelelahan dan nyeri tubuh. Kedua gejala ini lebih banyak muncul dibandingkan kehilangan kemampuan merasa dan penciuman.

Berikut gejala-gejala terinfeksi varian Omicron:

1. Sakit kepala

Sakit kepala dapat menjadi salah satu gejala dari varian Omicron. Studi gejala yang dilakukan Zoe Covid (covid.joinzoe.com) dengan pendanaan Pemerintah Inggris, menemukan, sakit kepala bisa muncul sebagai gejala awal dan ini sebenarnya gejala yang lebih umum.

Menurut studi itu, sakit kepala akibat Covid-19 cenderung nyeri sedang hingga berat. Selain itu, kepala berdenyut, menekan, dan menusuk di kedua sisi kepala.

Biasanya, gejala ini terjadi lebih dari tiga hari dan cenderung sulit dihilangkan dengan obat penghilang rasa sakit.  

2. Pilek

Masih dari studi Zoe, pilek merupakan gejala kedua yang paling sering dilaporkan setelah sakit kepala.

Laporan Zoe menyebutkan, saat angka Covid-19 tinggi, maka kemungkinan pilek karena Covid-19 juga tinggi.

Meski demikian, cukup sulit menyebut pilek sebagai gejala definitif umum utamanya selama musim dingin.  

3. Bersin

Temuan lain studi yang dilakukan Zoe juga menemukan, bersin menjadi gejala terinfeksi corona pada orang yang telah divaksin. Akan tetapi, bersin juga menjadi tanda pilek atau alergi sehingga bukan gejala yang umum.

Baca juga: Update Corona 14 Desember: Kasus Terendah Indonesia dalam 20 Bulan!

4. Sakit tenggorokan

Data studi Zoe menunjukkan, mereka yang terinfeksi Covid-19 biasanya melaporkan sakit tenggorokan meskipun ini biasa terjadi pada orang dewasa.

Biasanya, sakit tenggorokan yang dialami orang terpapar Covid-19 lebih ringan dan berlangsung tak lebih dari 5 hari.

Jika sakit tenggorokan lebih lama dari waktu tersebut, kemungkinan karena hal lain.

5. Batuk

Batuk secara terus-menerus telah disebut menjadi gejala utama dari infeksi corona. Batuk pada penderita Covid-19 biasanya batuk kering dan jarang batuk berdahak.

Batuk berkali-kali biasanya terjadi sekitar beberapa hari setelah sakit dan berlangsung selama empat hingga lima hari.  

Baca juga: Vaksinasi Anak 6-11 Tahun: Vaksin yang Dipakai, Dosis, dan Syaratnya

6. Kelelahan

Gejala infeksi varian Omicron mirip dengan varian-varian sebelumnya, yang dapat menyebabkan kelelahan ekstrem.

Seseorang mungkin merasa lelah, mengalami energi yang rendah, dan kemungkinan mempunyai keinginan kuat untuk beristirahat. Bahkan, keadaan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kendati begitu, kelelahan juga dapat timbuh dari masalah kesehatan lainnya. Sehingga perlu untuk memastikan kondisi kesehatan salah satunya dengan tes corona.

7. Demam ringan

Varian Omicron yang terjadi memberikan efek yang tidak bertahan lama dibandingkan sebelumnya.

Varian menginduksi suhu tubuh dengan ringan sehingga bisa perlahan pulih secara sendirinya saat mengalami demam.

8. Tenggorokan gatal

Seorang dokter di Afrika Selatan, Angelique Coetzee, mengatakan, kebanyakan pasien yang terinfeksi Omicron mengeluhkan tenggorokan "gatal" daripada sakit tenggorokan.

Gatal yang dirasakan, kata dia, tidak biasa dan lebih menyakitkan.  

9. Keringat malam

Dokter umum di Afrika Selatan, Unben Pillay, menyarankan agar keringat malam dimasukkan sebagai gejala varian Omicron.

Menurut dia, keringat pada malam hari ini muncul dengan jumlah sangat banyak. Bahkan, menyebabkan pakaian dan tempat tidur menjadi basah meski berbaring di tempat sejuk.

Untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang terkena Covid-19 varian Omicron, maka cara terbaik adalah melakukan tes. 

Sumber: Kompas.com (Nur Rohmi A, Nur Fitriatus/Editor: Rizal S.N, Sari H)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.