Kasus Guru Pesantren di Bandung: Perkosa 12 Murid, Paksa Korban Jadi Kuli Bangunan hingga Manfaatkan Bayi untuk Minta Sumbangan

Kompas.com - 11/12/2021, 08:45 WIB

KOMPAS.com - Kasus pemerkosaan yang dilakukan Herry Wiryawan, seorang guru pesantren di Kota Bandung, Jawa Barat menghebohkan masyarakat.

Tindakan bejat itu dilakukan pelaku terhadap 12 murid perempuannya dalam rentang waktu cukup lama, yakni sekitar tahun 2016 sampai 2021.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gazali mengatakan, dari belasan korban pemerkosaan, beberapa di antaranya hamil dan ada yang sudah melahirkan.

"Korbannya 12 anak, yang melahirkan 8, yang tengah hamil 2," kata Dodi seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Tak hanya melakukan pemerkosaan, Herry ternyata memanfaatkan anak-anak yang lahir akibat tindakan bejatnya itu untuk meminta sumbangan.

Anak-anak yang dilahirkan oleh para korban pemerkosaan diakui sebagai anak yatim piatu, dan dijadikan alat oleh pelaku untuk meminta dana sumbangan kepada sejumlah pihak.

Berikut kejahatan yang diduga dilakukan Herry Wiryawan:

1. Memperkosa 12 murid hingga hamil dan melahirkan

Diberitakan Kompas.com, Jumat (10/12/2021) Herry Wiryawan alias HW merupakan pengelola Pesantren Manarul Huda Antapani yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat.

Ia telah ditangkap dan kasusnya sudah masuk dalam persidangan. HW diketahui memperkosa 12 muridnya dalam rentang waktu lima tahun, yakni sekitar tahun 2016 sampai 2021.

Menurut Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, bayi yang sudah dilahirkan akibat tindakan bejat HW berjumlah sembilan orang dari empat santriwati.

Sedangkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut menyebutkan, dari 12 korban perkosaan, telah lahir delapan bayi dari tujuh korban.

Salah satu korban bahkan punya dua anak dari perbuatan asusila HW.

Baca juga: Fakta di Balik Kasus 12 Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Pesantren di Bandung

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.