Kompas.com - 09/12/2021, 14:32 WIB
Tangkapan layar sebaran video dengan narasi diklaim erupsi Gunung Semeru. PVMBG menyatakan video tersebut hoaks dan bukan terjadi saat Semeru meletus. Akun FacebookTangkapan layar sebaran video dengan narasi diklaim erupsi Gunung Semeru. PVMBG menyatakan video tersebut hoaks dan bukan terjadi saat Semeru meletus.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Video diklaim rekaman lahar dari erupsi Gunung Semeru yang mengucur dari tebing batu tersebar di media sosial Facebook. Video ini beredar setelah peristiwa letusan Gunung Semeru di Jawa Timur yang terjadi pada 4 Desember 2021.

Video itu diunggah sejumlah akun pada 5 Desember 2021. 

Saat dikonfirmasi Tim Cek Fakta Kompas.com, PVMBG menyatakan video tersebut bukan peristiwa erupsi Gunung Semeru.

Narasi yang beredar

Akun ini, ini, dan ini mengunggah video yang sama, satu hari setelah kejadian erupsi Gunung Semeru.

Dalam video tersebut terdapat tulisan “Pantauan Udara Lahar Gunung Semeru 5 Desember 2021”.

Adapun video berdurasi 19 detik ini memperlihatkan aliran lava pijar dari bebatuan disertai asap tebal yang membubung.

Di media sosial TikTok, beredar pula video viral yang diklaim sebagai letusan Gunung Semeru.

Dalam video tersebut, terlihat potongan video yang sama dengan yang diunggah oleh akun-akun tersebut di Facebook, menampilkan kucuran lava pijar dari tebing batu.

Tangkapan layar video yang diklaim sebagai lava pijar dari letusan Gunung SemeruFacebook Tangkapan layar video yang diklaim sebagai lava pijar dari letusan Gunung Semeru

Konfirmasi Kompas.com

Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kristianto menegaskan, video tersebut hoaks dan bukan rekaman peristiwa saat erupsi Gunung Semeru.

Menurut dia, aliran lava dalam video yang beredar itu merupakan lava basaltik dan biasanya terjadi di luar negeri.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.