Wisnu Nugroho
Pemimpin Redaksi Kompas.com

Wartawan Kompas. Pernah bertugas di Surabaya, Yogyakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta dengan kegembiraan tetap sama: bersepeda. Menulis sejumlah buku tidak penting.

Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya-upaya baik ~ @beginu

Tanda Erupsi Semeru dan Ajakan Berselaras dengan Alam

Kompas.com - 07/12/2021, 10:00 WIB
Coretan di jendela rumah warga yang penuh lumpur di Dusun Sumbersari Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021). Kampung itu luluh lantak akibat awan panas dari Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) lalu. KOMPAS.com/ANDI HARTIKCoretan di jendela rumah warga yang penuh lumpur di Dusun Sumbersari Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021). Kampung itu luluh lantak akibat awan panas dari Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

HAI, apa kabarmu?

Semoga kabarmu baik karena anugerah kesehatan di akhir tahun 2021.

Desember sebagai pengujung tahun sudah kita jalani seminggu.

Hawa liburan sudah terasa di banyak tempat terutama di tempat yang menjanjikan banyak kegembiraan selama liburan seperti pusat-pusat perbelanjaan.

Pusat perbelanjaan adalah entitas bisnis paling antisipatif untuk semua potensi yang mendatangkan keuntungan.

Karena karakter untuk selalu mengejar keuntungan, pusat perbelanjaan adalah entitas bisnis paling toleran juga. 

Pusat perbelanjaan bisa menjadi apa saja. Menjelang Natal bisa menjadi sangat kristiani. Menjelang Lebaran bisa menjadi sangat islami. Menjelang Imlek bisa menjadi sangat tionghoa.

Antisipasi pusat-pusat perbelanjaan juga sangat baik. Sebulan sebelum hari perayaan, persiapan dan kemeriaahan penyambutan digelar berkali-kali.  

Kita semua diingatkan. Peringatan disampaikan tanpa lelah, dengan senyum terukur untuk tidak mengatakan seragam.

Mereka tidak ingin kita ketinggalan. Murah hati bukan?

Berkat jasa pusat-pusat perbelanjaan ini, liburan akhir tahun kemudian menjadi agenda masyarakat urban.

Ketika liburan ditangguhkan oleh pemerintah karena melihat masih tingginya ancaman kesehatan, masyarakat urban bereaksi tidak terima.

Hal yang wajar mendapati reaksi masyarakat urban macam ini. Hidup yang dibagi-bagi sangat ketat antara kerja dan liburan adalah alasannya.

Kerja sepanjang tahun demi liburan akhir tahun yang jauh-jauh disiapkan tiba-tiba dilarang. 

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.