Kompas.com - 06/12/2021, 06:11 WIB
Material awan panas guguran Gunung Semeru yang merusak rumah warga di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi. KOMPAS.com/ANDI HARTIKMaterial awan panas guguran Gunung Semeru yang merusak rumah warga di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi.

KOMPAS.com - Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) A Fachri Radjab mengatakan adanya potensi hujan di daerah sekitar Gunung Semeru, Senin (6/12/2021).

Menurut Fachri, hujan lebat bahkan berpotensi mengguyur daerah sekitar Semeru pada siang hari hingga tiga hari ke depan.

"Kami perkirakan masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan di siang hari ada potensi hujan lebat sampai 3 hari ke depan," kata Fachri dalam konferensi pers, Minggu (5/12/2021) malam.

Waspadai potensi hujan lebat

Ia menjelaskan, potensi hujan lebat ini perlu diwaspadai, khususnya terkait proses evakuasi di wilayah terdampak erupsi.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Eko Budi Lelono meminta semua pihak mewaspadai curah hujan tinggi.

Sebab, dengan adanya curah hujan tinggi di lokasi erupsi dapat memicu hal-hal lainnya.

Baca juga: Mbah Rono Jelaskan Potensi Paling Bahaya dari Erupsi Gunung Semeru

Pantauan kondisi Semeru

Karena itu Eko mengatakan, pihaknya saat ini terus memantau perkembangan Gunung Semeru selama 24 jam dan berharap tidak ada erupsi susulan yang besar.

"Kami pantau terus 24 jam, untuk aktivitas Semeru ini, mudah-mudahan erupsi-erupsi lain tidak terlalu besar, meskipun nanti terjadi lagi," kata Eko.

Pihaknya mewaspadai potensi tingkat curah hujan tinggi dan berharap tidak terjadi hujan ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana lainnya. 

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.