Bagaimana Gejala Terinfeksi Varian Omicron dan Apakah Terdeteksi PCR?

Kompas.com - 02/12/2021, 20:31 WIB
Seorang pekerja rumah sakit memastikan orang-orang menerapkan jarak sosial saat mereka mengantre untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Lenasia South, dekat Johannesburg, Afrika Selatan, Rabu (1/12/2021). Terlepas dari kekhawatiran global, para dokter di Afrika Selatan tetap waspada. Pasien terinfeksi Covid-19 varian Omicron sebagian besar menderita gejala ringan sejauh ini. Tetapi para dokter memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. AP PHOTO/ SHIRAAZ MOHAMEDSeorang pekerja rumah sakit memastikan orang-orang menerapkan jarak sosial saat mereka mengantre untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Lenasia South, dekat Johannesburg, Afrika Selatan, Rabu (1/12/2021). Terlepas dari kekhawatiran global, para dokter di Afrika Selatan tetap waspada. Pasien terinfeksi Covid-19 varian Omicron sebagian besar menderita gejala ringan sejauh ini. Tetapi para dokter memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan.

KOMPAS.com - Varian Omicron yang merupakan varian baru virus corona menjadi perhatian banyak negara.

Data awal menunjukkan bahwa Omicron dapat memiliki transmisibilitas yang lebih tinggi dan juga kemampuan yang lebih besar untuk menghindari respons imun yang dihasilkan, baik melalui infeksi sebelumnya atau melalui vaksin.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Botswana dan diberi kode B.1.1.529.

Adapun jumlah mutasinya luar biasa tinggi, yakni 32 mutasi pada protein spike.

Baca juga: Peringatan Epidemiolog soal Varian Baru Virus Corona B.1.1.529

Apakah varian Omicron terdeteksi PCR?

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 26 November 2021, beberapa laboratorium telah menunjukkan bahwa untuk satu tes PCR yang banyak digunakan, salah satu dari tiga gen target tidak terdeteksi atau disebut dropout gen S.

Oleh karena itu tes PCR dapat digunakan untuk mendeteksi adanya varian Omicron sambil menunggu hasil sequencing atau metode untuk mengetahui penyebaran mutasi Covid-19.

WHO mengungkapkan dengan menggunakan pendekatan ini, varian Omicron telah terdeteksi pada tingkat yang lebih cepat daripada lonjakan infeksi sebelumnya, menunjukkan bahwa varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan.

Baca juga: Saat WHO dan UNICEF Desak Indonesia Segera Gelar Sekolah Tatap Muka...

Dengan adanya bukti-bukti tersebut, WHO pun menetapkan Omicron sebagai Variant of Concern (VOC) atau varian virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan peningkatan penularan dan kematian serta dapat memengaruhi efektivitas vaksin.

Sementara itu, melansir Indian Express, Rabu (1/12/2021), tes RT-PCR hanya dapat memastikan seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak.

RT-PCR tidak dirancang untuk menemukan varian tertentu yang telah menginfeksi orang tersebut. Untuk itu perlu dilakukan studi sekuensing genom.

Baca juga: Alasan WHO Menamai Varian B.1.617.2 Jadi Omicron, Bukan Nu atau Xi

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.