Ramai soal Potensi Tsunami 8 Meter Saat Nataru di Cilegon Disebut Akal Bulus, Ini Kata BMKG

Kompas.com - 02/12/2021, 19:05 WIB
Diorama Tsunami Aceh di Museum Tsunami Aceh. Dok. KemenparekrafDiorama Tsunami Aceh di Museum Tsunami Aceh.

KOMPAS.com - Di media sosial, ramai unggahan soal pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati terkait potensi bencana yang dapat terjadi di Indonesia pada saat libur Natal dan Tahun Baru.

Unggahan itu dibagikan akun Instagram @infotangerang.id, Rabu (1/12/2021), mengutip pemberitaan Kompas.com yang berjudul "Waspada, Kepala BMKG Ingatkan Skenario Terburuk Potensi Tsunami 8 Meter Saat Nataru di Cilegon".

Dwikorita mengatakan, salah satu potensi bencana itu ada di daerah Selat Sunda, tepatnya Cilegon, Banten, di mana bencana yang dimaksud adalah tsunami.

Hingga Kamis (2/12/2021) malam, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 5.000 kali dan dikomentari 372 kali oleh warganet.

Baca juga: Viral, Unggahan PNS Bakal Digantikan Robot, Ini Penjelasan BKN

Terdapat warganet yang menganggap bahwa hal tersebut tak lebih dari akal-akalan BMKG semata.

"Keliatan banget akal bulusnya," tulis seorang warganet.

Ada lagi warganet yang berpandangan bahwa apa yang disampaikan Kepala BMKG itu memiliki maksud agar masyarakat tak bepergian saat Nataru.

"Bilang aja gak boleh liburan Nataru sama pemerintah. Gak usah menakut-nakuti masyarakat dengan alasan tsunami," tulis warganet lainnya.

Baca juga: BMKG: Gempa di Bulan Oktober 2021 Meningkat Dibandingkan September

Lantas, bagaimana penjelasan BMKG menanggapi hal itu?

Penjelasan BMKG soal potensi tsunami di Cilegon

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, apa yang diungkapkan Kepala BMKG itu dalam konteks membangun kewaspadaan secara umum terkait cuaca, iklim, gempa, dan tsunami.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.