Update Corona 30 November: Pemerintah Afrika Selatan Minta Jangan Panik | Bantuan Vaksin dari China

Kompas.com - 30/11/2021, 08:33 WIB
Kasus-kasus itu ditemukan di antara 624 penumpang pesawat yang menunggu hasil pengujian dalam pesawat penerbangan KLM di landasan bandara Schipol di Amsterdam setelah mendarat dari Cape Town, Afrika Selatan pada Jumat 26 November 2021. via APKasus-kasus itu ditemukan di antara 624 penumpang pesawat yang menunggu hasil pengujian dalam pesawat penerbangan KLM di landasan bandara Schipol di Amsterdam setelah mendarat dari Cape Town, Afrika Selatan pada Jumat 26 November 2021.

KOMPAS.com - Sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan merespons temuan varian baru virus corona B.1.1.529 atau varian Omicron.

Varian Omicron disebut lebih menular sehingga berpotensi menimbulkan lonjakan kasus Covid-19.

Berdasarkan data dari Worldometers, Selasa (30/11/2021) pagi, virus corona SARS-CoV-2 telah menginfeksi sebanyak 262.291.549 orang di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 236.786.979 orang telah dinyatakan sembuh, dan 5.223.070 orang di seluruh dunia meninggal akibat SARS-CoV-2.

Dalam sehari terakhir, Indonesia mengalami penambahan kasus sebanyak 176 kasus. Total kasus Covid-19 di Indonesia berjumlah total 4.256.112 kasus.

Dari jumlah tersebut, 4.104.333 orang sudah dinyatakan sembuh. Sementara, 143.819 lainnya meninggal dunia.

Berikut 5 negara dengan kasus corona terbanyak di dunia:

  • Amerika Serikat: 49.234.387 kasus, 800.289 meninggal dunia, 38.938.443 sembuh
  • India: 34.583.597 kasus, 468.790 meninggal dunia, 34.008.183 sembuh
  • Brazil: 22.084.749 kasus, 614.376 meninggal dunia, 21.293.314 sembuh
  • Inggris: 10.189.059 kasus, 144.810 meninggal dunia, 9.025.773 sembuh
  • Rusia: 9.604.233 kasus, 273.964 meninggal dunia, 8.295.811 sembuh.

Baca juga: Cegah Omicron, Jepang Larang Pendatang Asing Masuk dari Seluruh Dunia

Pemerintah Afrika Selatan minta masyarakat tidak panik

Ilustrasi virus corona di Afrika Selatan.Shutterstock Ilustrasi virus corona di Afrika Selatan.
Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla meminta masyarakat untuk tidak panik karena adanya varian virus corona baru Omicron.

"Kami sudah pernah seperti ini sebelumnya," ujar Phaahla, mengutip BBC, Selasa (30/11/2021).

Pernyataan tersebut merujuk pada varian Beta yang juga terdeteksi di Afrika Selatan pada Desember 2020.

Ia juga menyayangkan larangan perjalanan yang diberlakukan di negara itu dan menyatakan larangan itu harus segera dicabut.

Omicron telah digolongkan sebagai variant of concern. Bukti awal menunjukkan, varian itu memiliki risiko infeksi ulang yang tinggi.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.