Cegah Omicron, Jepang Larang Pendatang Asing Masuk dari Seluruh Dunia

Kompas.com - 29/11/2021, 19:45 WIB
Kepatuhan menggunakan masker menjadi salah satu alasan penurunan kasus Covid-19 di Jepang. AP/KIICHIRO SATO via ABC INDONESIAKepatuhan menggunakan masker menjadi salah satu alasan penurunan kasus Covid-19 di Jepang.

KOMPAS.com - Jepang melakukan pembatasan ketat untuk mencegah masuknya varian virus corona Omicron ke negara tersebut. 

Pemerintah Jepang menutup perbatasan untuk orang asing yang bukan penduduk sebagai respons atas munculna varian Omicron. 

Mulai Selasa (30/11/2021), Jepang akan melarang orang asing yang bukan penduduk, termasuk pelancong bisnis, pelajar internasional, dan pekerja asing, memasuki negara itu.

Larangan berlaku untuk semua negara, bukan hanya negara dengan kasus varian Omicron yang dikonfirmasi. 

Baca juga: Ada yang Capai Rp134.600 per Jam, Ini Rata-rata UMR Buruh di Jepang

Menghindari skenario terburuk

Keputusan tersebut menjadikan Jepang salah satu negara pertama, dan sejauh ini terbesar, yang memberlakukan penutupan perbatasan secara luas sebagai tanggapan terhadap Omicron, bersama Israel dan Maroko.

"Ini adalah tindakan pencegahan, darurat untuk menghindari skenario terburuk," kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Senin sore (29/11/2021).

“Diperlukan penelitian untuk mengetahui seberapa menular varian omicron secara global, dan apakah vaksin masih efektif mencegah penularan atau gejala parah. Sangat penting bagi kami untuk merespons situasi dengan cepat dan fleksibel,” kata dia lagi. 

Melansir Japan Times, Senin (29/11/2021), Pemerintah Jepang mengumumkan mulai Selasa (30/11/2021) mereka akan menutup kembali pintu kedatangan internasional selama satu bulan ke depan.

Karantina

Bagi warga negara maupun penduduk asing yang memiliki riwayat perjalanan ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Namibia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Mozambik, Malawi, Zambia, dan Angola, maka harus menjalani masa pemeriksaan 14 hari.

Karantina 10 hari pertama berlokasi di fasilitas yang ditentukan pemerintah, 4 hari sisa di lokasi yang mereka pilih.

Untuk warga negara dan penduduk yang baru mengunjungi Israel, Inggris, Belanda, dan Italia, mereka diwajibkan selama dua pekan, di mana enam hari pertama di fasilitas yang ditentukan pemerintah, sisanya di lokasi yang mereka pilih.

Sementara untuk warga negara dan penduduk asing dari Australia, Jerman, Republik Ceko, Denmark, Hong Kong, Prancis, Ontario Kanada, Belgia, dan Austria akan diminta karanrina 3 hari di fasilitas yang ditentukan pemerintah dan 11 hari di lokasi yang mereka pilih.

Aturan 14 hari ini tetap berlaku bagi mereka semua, meski sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: 10 Tempat Terbengkalai dari Namibia hingga Jepang

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.