Ishaq Zubaedi Raqib
Mantan Wartawan

Keluar masuk arena Muktamar, Munas, dan Konbes NU. Dari Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga Jombang, Jawa Timur, serta Munas dan Konbes NU Jakarta.

Reminder Cipasung untuk Lampung!

Kompas.com - 29/11/2021, 16:47 WIB
Lanching sukses Muktamar NU ke-33 di PWNU Jatim. KOMPAS.com/Achmad FaizalLanching sukses Muktamar NU ke-33 di PWNU Jatim.

SHALAWAT Asyghil

"Horor Cipasung" akan selalu menjadi reminder bagi NU. Laksana alat yang diimplan ke dalam tubuh jamaah dan jam'iyah, ia otomatis berdentang keras setiap ada bahaya mengancam.

Ancaman tidak datang setiap saat. Ia datang hanya sekali-kali. Tapi sekali datang, ia menggedor ulu hati dan jantung NU. Sangat menyakitkan dan mematikan. Dengan suara menyayat dari ribuan masjid dan mushalla, lalu berkumandanglah Shalawat Asyghil.

Shalawat ini awalnya dilantunkan oleh Imam Ja'far As Shadiq saat Islam dalam keadaan genting, di penghujung usia dinasti Umayyah dan awal berdirinya dinasti Abbasiyyah (138 H).

Shalawat Asyghil juga masyhur dengan sebutan shalawat Habib Ahmad bin Umar Al-Hinduan Ba 'Alawy (wafat 1122 H). Ia termasuk sighat shalawat yang dihimpun dalam kitab Al Kawakib Al Mudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah karya Habib Ahmad bin Umar.

Dijelaskan dalam buku "Bunga Rampai Kelisanan Masyarakat Santri" oleh Rokhmawan dkk, shalawat ini dilantunkan dengan tujuan memohonkan rahmat Allah untuk Rasulullah SAW sekaligus memohon keselamatan dari kedzaliman para penguasa. Oleh karena itu, banyak ulama yang menganjurkan umat Islam untuk sering melantukan Shalawat Asyghil, sendiri-sendiri atau berjamaah.

Berdentang di Lampung

Mencermati dinamika, riak hingga gombang menuju tanggal penyelenggaraan muktamar ke-34, tampaknya reminder itu akan kembali berdentang. NU itu besar, bahkan sangat besar.

Semua pihak, pengambil kebijakan, umat, para penumpang bertiket atau penumpang gelap, sangat berkepentingan dengan NU. Sejarah mencatat dan berbicara. Dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Orde Reformasi saat ini.

Ada yang berkepentingan agar NU kian besar, tapi jelas ada juga yang ingin NU mengecil. Kelompok yang ingin agar NU terus membesar, dapat dilihat dari jejak mujahadah mereka yang berani membawa nilai NU ke penjuru dunia.

Gerakannya terencana, tertata, terukur, persis perencanaan, penataan dan ukuran yang sudah dilakukan Gus Dur. NU sudah ikonik dan mendunia. Jangan kembali menjadi kekuatan lokal.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.