Kompas.com - 29/11/2021, 14:18 WIB

Dalam hal ini, hanya ada tiga provinsi yang bisa melakukannya, yaitu Provinsi Maluku (kecuali Pulau Buru), Papua Barat, dan Papua.

Penggunaan Nadir Kabah untuk meluruskan arah kiblat juga bisa dilakukan di Papua Nugini, Selandia Baru, sebagian besar Australia, negara-negata di Oseania, Amerika Serikat, sebagian besar Kanada, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Baca juga: Viral Awan Berbentuk Gelembung di Langit Spanyol, Ini Penjelasannya

Cara meluruskan arah kiblat

Andi menjelaskan, masyarakat yang ingin melakukan pengukuran kiblat harus memastikan tiga hal berikut.

Pertama, tegak lurus. Maksudnya, tongkat atau bandul diletakkan tegak lurus permukaan Bumi.

Kedua, rata. Maksudnya adalah tempat meletakkan benda atau jatuhnya bayangan Matahari harus rata.

Ketiga, tepat waktu. Artinya, penunjuk waktu harus terkalibrasi dengan baik dan pengukuran dilakukan pada waktu yang ditentukan.

Kendati demikian, pengukuran hanya dapat dilakukan 40 menit sebelum dan sesudah waktu yang ditentukan.

Ada waktu toleransi 40 derajat apabila cuaca kurang mendukung untuk dilakukan pengukuran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.