Kompas.com - 24/11/2021, 08:30 WIB
Ilustrasi virus Corona KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍIlustrasi virus Corona

KOMPAS.com - Update kasus infeksi virus corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan beberapa negara di dunia, Rabu (24/11/2021).

Setelah sempat melaporkan 186 kasus harian pada Senin (22/11/2021), Indonesia kembali melaporkan tren lonjakan kasus pada Selasa (23/11/2021) yaitu 394 kasus. 

Berdasarkan data real time dari Worldometers, Rabu (24/11/2021), total kasus virus corona secara global yakni:

  • Total kasus positif: 258.952.502 kasus di 224 negara
  • Total pasien sembuh: 234.258.609
  • Total korban meninggal: 5.181.524

Baca juga: Aturan Lengkap PPKM Level 3, Berlaku 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Update corona di Indonesia

Indonesia kembali mengalami kenaikan infeksi virus corona, setelah sempat turun secara terus-menerus sejak awal September 2021.

Berikut laporan penambahan kasus harian virus corona di Indonesia dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pada Selasa (23/11/2021).

  • Kasus penambahan infeksi harian: 394
  • Korban meninggal: 9
  • Pasien sembuh: 434

Dengan penambahan angka tersebut, total kasus Covid-19 yang tercatat di Indonesia menjadi:

  • Total pasien positif: 4.253.992
  • Total korban meninggal: 143.753
  • Total pasien sembuh: 4.102.323
  • Total kasus aktif: 7.916

Indonesia

Pemerintah Indonesia kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah luar Jawa-Bali yang berlaku mulai 23 November-6 Desember 2021.

Diketahui, sebanyak 109 kabupaten/kota berada di status wilayah PPKM Level 3, dan 200 kabupaten/kota berstatus sebagai wilayah PPKM Level 2.

Sedangkan, untuk wilayah PPKM Level 1 meningkat menjadi 77 kabupaten/kota.

Meski begitu, pemerintah tetap mengatur mobilitas masyarakat yang mengacu pada Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 60 Tahun 2021.

Pemerintah juga telah merilis aturan untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 jelang libur Nataru. Aturan itu tercantum dalam Inmendagri Nomor 61 yang berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Baca juga: [POPULER TREN] Aturan Lengkap PPKM Level 3 | Erick Thohir: Toilet SPBU Harus Gratis!

 

India

Dilansir dari ABP, Selasa (23/11/2021), India mencatat 7.579 infeksi virus corona baru selama 24 jam.

Menurut data Kementerian Kesehatan Union, angka ini terendah dalam 543 hari atau sejak Mei tahun lalu.

Sementara, 12.202 pasien telah pulih dari virus corona, 236 orang dinyatakan meninggal.

Perlahan-lahan India mulai bangkit dari lonjakan kasus yang sempat dialaminya pada beberapa bulan sebelumnya.

Kini, kasus aktif mencapai kurang dari 1 persen dari total kasus, dan 0,33 persen terendah sejak Maret 2020.

Kenaikan harian dalam infeksi virus corona baru telah di bawah 20.000 selama 46 hari berturut-turut dan kurang dari 50.000 kasus baru setiap hari telah dilaporkan selama 149 hari berturut-turut sekarang.

Baca juga: Mengenang 30 Tahun Kematian Vokalis Legendaris Queen Freddie Mercury

Turki

Dilansir dari Hurriyet, Selasa (23/11/2021), Turki mencatat terjadi penambahan kasus harian di negaranya sebanyak 28.170 kasus.

Hal ini memicu kekhawatiran karena kasus terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, pemerintah mengatakan bahwa mereka tidak merencanakan lockdown atau penguncian wilayah dalam beberapa hari mendatang.

"Kami tidak memikirkan manajemen pandemi dengan penguncian di periode mendatang," ujat Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca.

Menurutnya, tindakan pencegahan infeksi secara mandiri, lingkaran keselamatan pribadi, dan vaksinasi yang diberikan lebih penting ketimbang diterapkannya penguncian wilayah.

Koca mengungkapkan, tindakan yang sangat penting untuk mengurangi angka infeksi yakni melakukan vaksinasi.

Selain itu, dalam sebuah konferensi pers, ia mengatakan bahwa vaksin yang saat ini digunakan dalam pengobatan virus corona di Turki yakni Molnupiravir dan Pfizer.

“Izin untuk Molnupiravir telah diperoleh, dan beberapa negara telah memesan. Sebagai Turki, kami bertekad untuk memperkenalkan warga kami pada obat-obatan ini pada periode awal, ”kata Koca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesifikasi Senapan Serbu SS2 Semua Versi Garapan Pindad, Ini Kecanggihannya!

Spesifikasi Senapan Serbu SS2 Semua Versi Garapan Pindad, Ini Kecanggihannya!

Tren
Dibuka Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022, Berapa Gajinya?

Dibuka Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022, Berapa Gajinya?

Tren
Lowongan Kerja BUMN Konstruksi Virama Karya, Ini Posisi dan Syaratnya!

Lowongan Kerja BUMN Konstruksi Virama Karya, Ini Posisi dan Syaratnya!

Tren
Sejarah Kopasgat, Satuan Elite Baret Jingga TNI AU, Sebelumnya Bernama Korps Paskhas

Sejarah Kopasgat, Satuan Elite Baret Jingga TNI AU, Sebelumnya Bernama Korps Paskhas

Tren
Manfaat Mendengarkan Musik bagi Ibu Hamil, Janin, dan Bayi

Manfaat Mendengarkan Musik bagi Ibu Hamil, Janin, dan Bayi

Tren
Fenomena Bulan Hitam Akan Muncul di AS Akhir Januari, Indonesia Mei 2022, Ini Dampaknya

Fenomena Bulan Hitam Akan Muncul di AS Akhir Januari, Indonesia Mei 2022, Ini Dampaknya

Tren
Waspada Bencana Hidrometeorologi, Berikut Prediksi BMKG soal Puncak Musim Penghujan

Waspada Bencana Hidrometeorologi, Berikut Prediksi BMKG soal Puncak Musim Penghujan

Tren
Saat NCT Dream dan Idol-idol Kpop Jadi Viral karena Joget Dangdut...

Saat NCT Dream dan Idol-idol Kpop Jadi Viral karena Joget Dangdut...

Tren
Ramai soal Difabel di Klaten Terbaring di ICU Disebut Tidak Memiliki BPJS

Ramai soal Difabel di Klaten Terbaring di ICU Disebut Tidak Memiliki BPJS

Tren
Mengenal Apa Itu Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura yang Baru Saja Disepakati, RI Memenangi Pertarungan?

Mengenal Apa Itu Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura yang Baru Saja Disepakati, RI Memenangi Pertarungan?

Tren
Fakta-fakta Ozzie, Gorila Jantan Tertua di Dunia, Mati di Usia 61 Tahun

Fakta-fakta Ozzie, Gorila Jantan Tertua di Dunia, Mati di Usia 61 Tahun

Tren
Wordle Jadi Pemainan Populer, Ini Cara Main sampai Tips Menang Permainan

Wordle Jadi Pemainan Populer, Ini Cara Main sampai Tips Menang Permainan

Tren
Mengenal Pestisida dan Jenis-jenisnya Sesuai Hama Tanaman

Mengenal Pestisida dan Jenis-jenisnya Sesuai Hama Tanaman

Tren
Tak Ada Lagi Honorer pada 2023, Adakah Peluang Jadi PNS?

Tak Ada Lagi Honorer pada 2023, Adakah Peluang Jadi PNS?

Tren
Ini 3 Cara Mudah Membersihkan Paving dari Lumut

Ini 3 Cara Mudah Membersihkan Paving dari Lumut

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.