Kompas.com - 19/11/2021, 19:43 WIB
Tangkapan layar unggahan soal penjualan uang Rupiah palsu yang menyerupai aslinya dengan jaminan bisa tembus di minimarket. FACEBOOKTangkapan layar unggahan soal penjualan uang Rupiah palsu yang menyerupai aslinya dengan jaminan bisa tembus di minimarket.

KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar unggahan di media sosial yang menginformasikan penjualan uang rupiah palsu yang menyerupai uang asli dengan jaminan bisa "tembus" atau tidak terdeteksi di minimarket.

Tangkapan layar unggahan itu dibagikan akun ini di grup Facebook Boykot (Boyolali Kota), pada Kamis (17/11/2021).

Pemilik akun membagikan tangkapan layar unggahan soal penjualan uang palsu tersebut dengan maksud agar masyarakat lebih berhati-hati tidak tergiur.

"Hati-hati jangan tergiur, upal (uang palsu) tetap kriminal. Jika tidak indikasi mengarah ke penipuan. Anda disuruh transfer dulu," demikian tulis pemilik akun.

Dalam tangkapan layar unggahan, uang palsu yang diperjualbelikan disebut memiliki kualitas 1, dengan bahan baku kertas violet.

"Upal kw1 tembus sinar, bahan kertas violet 1:1D aman tinta finer 99 persen, tembus alfa/indomaret. Miat? inbox," demikian tulis pemilik akun yang menawarkan uang palsu tersebut.

Baca juga: Viral, Video Ramuan Alami Diklaim Dapat Hilangkan Uban, Ini Kata Dokter

Bagaimana tanggapan dari Bank Indonesia (BI) terkait peredaran uang palsu ini?

Pelanggaran serius

Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan menegaskan, mengedarkan uang palsu termasuk pelanggaran yang serius.

"Kalau terkait uang palsu, adalah sebuah pelanggaran serius ya," ujar Junanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/11/2021).

Ia mengatakan, setiap orang yang mengedarkan dan atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

Hal tersebut sesuai dengan Pasal 26 ayat 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011.

"BI berkomitmen untuk memberantas peredaran uang palsu Rupiah di segala lini," terang Junanto.

Menindaklanjuti laporan ini

Junanto mengatakan, bank sentral bekerja sama dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan asosiasi e-commerce untuk memberantas peredaran uang palsu.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesifikasi Senapan Serbu SS2 Semua Versi Garapan Pindad, Ini Kecanggihannya!

Spesifikasi Senapan Serbu SS2 Semua Versi Garapan Pindad, Ini Kecanggihannya!

Tren
Dibuka Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022, Berapa Gajinya?

Dibuka Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022, Berapa Gajinya?

Tren
Lowongan Kerja BUMN Konstruksi Virama Karya, Ini Posisi dan Syaratnya!

Lowongan Kerja BUMN Konstruksi Virama Karya, Ini Posisi dan Syaratnya!

Tren
Sejarah Kopasgat, Satuan Elite Baret Jingga TNI AU, Sebelumnya Bernama Korps Paskhas

Sejarah Kopasgat, Satuan Elite Baret Jingga TNI AU, Sebelumnya Bernama Korps Paskhas

Tren
Manfaat Mendengarkan Musik bagi Ibu Hamil, Janin, dan Bayi

Manfaat Mendengarkan Musik bagi Ibu Hamil, Janin, dan Bayi

Tren
Fenomena Bulan Hitam Akan Muncul di AS Akhir Januari, Indonesia Mei 2022, Ini Dampaknya

Fenomena Bulan Hitam Akan Muncul di AS Akhir Januari, Indonesia Mei 2022, Ini Dampaknya

Tren
Waspada Bencana Hidrometeorologi, Berikut Prediksi BMKG soal Puncak Musim Penghujan

Waspada Bencana Hidrometeorologi, Berikut Prediksi BMKG soal Puncak Musim Penghujan

Tren
Saat NCT Dream dan Idol-idol Kpop Jadi Viral karena Joget Dangdut...

Saat NCT Dream dan Idol-idol Kpop Jadi Viral karena Joget Dangdut...

Tren
Ramai soal Difabel di Klaten Terbaring di ICU Disebut Tidak Memiliki BPJS

Ramai soal Difabel di Klaten Terbaring di ICU Disebut Tidak Memiliki BPJS

Tren
Mengenal Apa Itu Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura yang Baru Saja Disepakati, RI Memenangi Pertarungan?

Mengenal Apa Itu Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura yang Baru Saja Disepakati, RI Memenangi Pertarungan?

Tren
Fakta-fakta Ozzie, Gorila Jantan Tertua di Dunia, Mati di Usia 61 Tahun

Fakta-fakta Ozzie, Gorila Jantan Tertua di Dunia, Mati di Usia 61 Tahun

Tren
Wordle Jadi Pemainan Populer, Ini Cara Main sampai Tips Menang Permainan

Wordle Jadi Pemainan Populer, Ini Cara Main sampai Tips Menang Permainan

Tren
Mengenal Pestisida dan Jenis-jenisnya Sesuai Hama Tanaman

Mengenal Pestisida dan Jenis-jenisnya Sesuai Hama Tanaman

Tren
Tak Ada Lagi Honorer pada 2023, Adakah Peluang Jadi PNS?

Tak Ada Lagi Honorer pada 2023, Adakah Peluang Jadi PNS?

Tren
Ini 3 Cara Mudah Membersihkan Paving dari Lumut

Ini 3 Cara Mudah Membersihkan Paving dari Lumut

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.