Kompas.com - 18/11/2021, 11:33 WIB
Bahaya kolesterol tinggi tak hanya berdampak pada jantung dan otak, tetapi juga bisa menyebabkan gejala di kaki dan otak (penyakit pembuluh darah perifer). FREEPIKBahaya kolesterol tinggi tak hanya berdampak pada jantung dan otak, tetapi juga bisa menyebabkan gejala di kaki dan otak (penyakit pembuluh darah perifer).

KOMPAS.com - Kolesterol adalah zat lilin yang ditemukan dalam tubuh dan produk hewani seperti daging, telur, dan susu.

Kolesterol muncul di setiap sel tubuh dan memiliki fungsi alami yang penting dalam hal mencerna makanan, memproduksi hormon, dan menghasilkan vitamin D.

Selain diproduksi oleh tubuh, kolesterol juga muncul akibat dari makanan.

Pada tingkat normal, itu adalah zat penting bagi tubuh. Namun, jika konsentrasi dalam darah menjadi terlalu tinggi, kolesterol menjadi bahaya yang bisa menempatkan orang pada risiko serangan jantung.

Baca juga: 11 Makanan Ini Kolesterol Tinggi, Mana yang Harus Dimakan dan Dihindari?

Penyebab kolesterol tinggi

Kolesterol dibawa melalui darah dan melekat pada protein. Kombinasi protein dan kolesterol ini disebut lipoprotein.

Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kadar kolesterol tidak sehat, dikutip dari Mayoclinic:

Diet buruk

Ada sejumlah makanan penambah berat badan yang baik dikonsumsi. Ketika mencari cara menaikkan berat badan, makan lebih banyak adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan.UNSPLASH/I YUNMAI Ada sejumlah makanan penambah berat badan yang baik dikonsumsi. Ketika mencari cara menaikkan berat badan, makan lebih banyak adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan.
Makan terlalu banyak lemak jenuh atau lemak trans dapat menyebabkan kadar kolesterol yang tidak sehat.

Lemak jenuh ditemukan dalam potongan daging berlemak dan produk susu penuh lemak. Sementara, lemak trans sering ditemukan dalam makanan ringan kemasan atau makanan penutup.

Kegemukan

Tanda obesitas paling mudah dikenali dengan mencari tahu apakah BMI kita masih di kisaran sehat atau tidak.PIXABAY/BRU-NO Tanda obesitas paling mudah dikenali dengan mencari tahu apakah BMI kita masih di kisaran sehat atau tidak.
Memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih besar menempatkan Anda pada risiko kolesterol tinggi.

Kurang olahraga

Untuk penderita diabetes yang ingin menurunkan gula darah tinggi, lakukan olahraga yang tak terlalu memforsir tubuh.Unsplash/Tomasz Wozniak Untuk penderita diabetes yang ingin menurunkan gula darah tinggi, lakukan olahraga yang tak terlalu memforsir tubuh.
Olahraga merupakan aktvitas yang dapat membantu meningkatkan kolesterol baik di tubuh Anda.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.