Kompas.com - 12/11/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk remaja. Moderna akan ajukan izin penggunaan darurat vaksin mRNA buatannya kepada FDA untuk dapat digunakan pada remaja usia 12 tahun hingga 17 tahun di Amerika Serikat. SHUTTERSTOCK/Africa StudioIlustrasi vaksin Covid-19 untuk remaja. Moderna akan ajukan izin penggunaan darurat vaksin mRNA buatannya kepada FDA untuk dapat digunakan pada remaja usia 12 tahun hingga 17 tahun di Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Beragam upaya dilakukan pemerintah untuk memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 guna mencapai herd immunity.

Di Indonesia, sertifikat vaksin kini bahkan menjadi syarat utama untuk mengakses sejumlah layanan publik.

Artinya, warga yang belum dan enggan divaksin Covid-19 akan kesulitan untuk mengakses layanan publik dan bepergian.

Tak hanya di Indonesia, banyak negara juga menerapkan ketentuan ketat dan sanksi bagi warganya yang menolak untuk divaksin Covid-19.

Sanksi warga yang menolak vaksinasi Covid-19

Baca juga: Mengenal Molnupiravir dan Paxlovid, Dua Obat yang Diklaim Ampuh untuk Covid-19

1. Sanksi cuti tanpa dibayar

Di Singapura, pemerintah menerapkan sanksi cuti tanpa dibayar bagi para PNS yang menolak untuk divaksin Covid-19.

Selain itu, pasien Covid-19 yang tidak divaksin harus membayar biaya medis secara mandiri, mulai bulan depan.

Juru Bicara Divisi Layanan Publik (PSD) mengatakan, mereka akan melakukan yang terbaik untuk memfasilitasi keberlanjutan situasi bekerja dari rumah, tergantung pada jenis pekerjaannya.

Baca juga: Indonesia Masuk Negara Level 1 Covid-19, Apa Maksudnya?

Namun divisi tersebut juga memperingatkan bahwa beberapa PNS dapat dikenai sanksi cuti tanpa dibayar atau berisiko tidak diperpanjang kontrak kerjanya jika tetap menolak divaksinasi.

"Jika seorang petugas memilih untuk tidak divaksinasi meskipun dia secara medis memenuhi syarat untuk vaksinasi, dan jika dia tidak dapat dipekerjakan kembali, kami dapat menempatkan orang tersebut pada cuti tanpa bayaran sebagai upaya terakhir atau membiarkan kontrak berakhir tanpa perpanjangan lebih lanjut," kata juru bicara itu, dikutip dari CNA.

Peringatan ini muncul setelah Kementerian Kesehatan Singapura bulan lalu mengatakan orang yang tidak divaksinasi akan dilarang bekerja dari kantor menyusul adanya rencana untuk kembali bekerja di kantor pada Januari 2022 mendatang.

Baca juga: Melihat Cara Singapura Mengatasi Wabah DBD...

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.