Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Terima Kasih Bu Mega dan Pak Jokowi

Kompas.com - 08/11/2021, 09:52 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MOHON dimaafkan bahwa saya telah telanjur terdidik oleh orangtua saya untuk bersikap ojo dumeh maka tidak berani menyemooh sesama manusia yang kebetulan sedang menderita kesulitan lahiriah mau pun batiniah.

Prihatin

Maka lubuk sanubari saya langsung dirundung rasa prihatin ketika menyaksikan para buzzer/ influencer berbayar mau pun tidak berbayar tega hati menyemooh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang menempuh proses perawatan demi menyembuhkan penyakit yang sedang beliau derita.

Mohon dimaafkan saya tidak tega menulis cemooh mereka di dalam naskah yang dimuat oleh media terhormat ini akibat cemooh mereka sudah terlalu aib bahkan biadab.

Yang jelas cemooh mereka sudah sedemikian aib bahkan biadab sehingga menyebabkan diri saya terpaksa meminjam judul syair Taufik Ismail yaitu aku malu menjadi warga Indonesia.

Kemanusiaan

Syukur alhamdullilah, di antara para berita buruk tersebut terselip sebuah berita bagus yang sangat menghibur dukalara di lubuk sanubari.

Terberitakan bahwa presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Sukarnoputeri, dan presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widowo, berkenan menyampaikan ucapan selamat cepat sembuh kembali kepada presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Harapan cepat sembuh kepada sesama presiden Republik Indonesia dari dua sesama presiden Republik Indonesia secara lembut membelai demi meredakan kemelut kebencian yang sedang merajalela di panggung politik Nusantara tercinta masa kini.

Presiden Megawati dan Presiden Jokowi secara nyata membuktikan bahwa sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab masih secara nyata hadir bukan sebagai slogan politik hampa makna belaka namun benar-benar nyata hadir sebagai kenyataan yang melekat pada peradaban bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

Terima kasih

Maka dari lubuk sanubari terdalam, atas nama seluruh rakyat Indonesia yang berkenan saya atas-namakan dengan penuh ketulusan serta kerendahan hati saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Mega dan Pak Jokowi.

Kedua beliau telah berkenan memberikan suri teladan sikap dan perilaku kemanusiaan yang adil dan beradab kepada seluruh rakyat Indonesia.

Keteladanan sikap dan perilaku adiluhur yang diberikan oleh Bu Mega dan Pak Jokowi membuat aku bangga menjadi warga Indonesia. Merdeka!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.