Kompas.com - 05/11/2021, 12:00 WIB
Mengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat menyebabkan retensi cairan, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama serangan jantung, stroke dan gagal jantung. SHUTTERSTOCKMengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat menyebabkan retensi cairan, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama serangan jantung, stroke dan gagal jantung.

KOMPAS.com - Gagal jantung bisa dialami siapa saja, termasuk kaum muda.

Gaya hidup dan abainya orang-orang terhadap kesehatan jantung menjadi faktor terbesar tingginya penyakit gagal jantung maupun masalah kardiovaskular lainnya.

Menurut Live Science, 8 Maret 2019, sebuah studi baru menyebutkan tingkat serangan jantung meningkat pada kelompok berusia 20-an dan 30-an.

Secara keseluruhan, sekitar 1 dari 5 pasien atau 20 persen, pasien kardiovaskular berusia kurang dari 40 tahun. Namun, selama 10 tahun terakhir penelitian, proporsi pasien berusia 40 tahun ke bawah juga turut meningkat sekitar 2 persen setiap tahun.

"Banyak orang berpikir bahwa serangan jantung ditakdirkan untuk terjadi, tetapi sebagian besar dapat dicegah dengan deteksi dini penyakit dan perubahan gaya hidup agresif dan pengelolaan faktor risiko lainnya," kata ahli pencegahan penyakit jantung di Brigham and Women's Hospital Boston Dr Ron Blankstein.

Berikut penyebab, gejala dan cara mencegah gagal jantung:

Baca juga: Gagal Jantung pada Usia Muda, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Mencegahnya?

Penyebab gagal jantung

Melansir Healthline, 30 Juni 2021, gagal jantung ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa suplai darah yang cukup ke tubuh.

Tanpa aliran darah yang cukup, semua fungsi utama tubuh akan terganggu. Beberapa orang juga mungkin mengalami pengerasan dan kekakuan otot jantung, sehingga menghalangi atau mengurangi aliran darah ke jantung.

Gagal jantung dapat mempengaruhi kedua sisi janting, kanan atau kiri secara bersamaan. Kondisinya bisa akut berjangka pendek atau kronis berkelanjutan.

Pada gagal jantung akut, gejalanya muncul tiba-tiba tetapi hilang dengan cukup cepat. Kondisi ini sering terjadi setelah serangan jantung. Ini juga mungkin akibat dari masalah dengan katup jantung yang mengontrol aliran darah di jantung.

Namun, pada gagal jantung kronis, gejalanya terus menerus dan tidak membaik seiring waktu. Sebagian besar kasus gagal jantung bersifat kronis.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada sekitar 6,2 juta orang Amerika mengalami gagal jantung. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki. Namun, perempuan memiliki risiko meninggal akibat gagal jantung lebih besar, terutama jika tidak segera mendapat penanganan medis.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai soal Bungkus Lemonilo Disobek Diduga Mencari Photocard NCT Dream

Ramai soal Bungkus Lemonilo Disobek Diduga Mencari Photocard NCT Dream

Tren
Tips Merawat Gebyok Kayu Jati, dari Coating sampai Jangan Kena Panas

Tips Merawat Gebyok Kayu Jati, dari Coating sampai Jangan Kena Panas

Tren
Khaby Lame, Viral di TikTok, Meraup Rp 71,7 Miliar Tanpa Sepatah Kata

Khaby Lame, Viral di TikTok, Meraup Rp 71,7 Miliar Tanpa Sepatah Kata

Tren
Sederet Produk Pindad yang Mendunia: Ada Sniper hingga Kendaraan Khusus

Sederet Produk Pindad yang Mendunia: Ada Sniper hingga Kendaraan Khusus

Tren
8 Manfaat Kelapa untuk Kesehatan, Mengurangi Lemak Perut, Cegah Penyakit Jantung hingga Diabetes

8 Manfaat Kelapa untuk Kesehatan, Mengurangi Lemak Perut, Cegah Penyakit Jantung hingga Diabetes

Tren
Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir, Apa Penyebab dan Manfaatnya?

Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir, Apa Penyebab dan Manfaatnya?

Tren
Menghayati Makna 'Ngelakoni'

Menghayati Makna "Ngelakoni"

Tren
Sebelum Ada Ekstradisi, Ini Sederet Koruptor yang Kabur ke Singapura

Sebelum Ada Ekstradisi, Ini Sederet Koruptor yang Kabur ke Singapura

Tren
Viral, Video Remaja asal Brebes Hanyut di Sungai Saat Buat Konten, 7 Hari Belum Ditemukan

Viral, Video Remaja asal Brebes Hanyut di Sungai Saat Buat Konten, 7 Hari Belum Ditemukan

Tren
Viral, Video Bungkus Mi Disobek Diduga Mencari Photocard NCT

Viral, Video Bungkus Mi Disobek Diduga Mencari Photocard NCT

Tren
Tak Selamanya Jelek, Ini Sisi Positif dari Bergosip Menurut Penelitian Ilmiah

Tak Selamanya Jelek, Ini Sisi Positif dari Bergosip Menurut Penelitian Ilmiah

Tren
Ghozali Sudah Punya NPWP, Bagaimana Cara Membuat NPWP bagi Pemula?

Ghozali Sudah Punya NPWP, Bagaimana Cara Membuat NPWP bagi Pemula?

Tren
Sosok Ahmad Afi, Pesepak Bola Asal Surabaya yang Tak Bisa Ikut Seleksi Timnas U-16 karena Sakit Kronis

Sosok Ahmad Afi, Pesepak Bola Asal Surabaya yang Tak Bisa Ikut Seleksi Timnas U-16 karena Sakit Kronis

Tren
Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Tren
Gejala Reaksi Alergi terhadap Anjing dan Kucing yang Mungkin Tak Kita Sadari

Gejala Reaksi Alergi terhadap Anjing dan Kucing yang Mungkin Tak Kita Sadari

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.