Kompas.com - 04/11/2021, 19:03 WIB
Hutan Amazon. AFP/ANTONIO SCORZAHutan Amazon.

KOMPAS.com - Dilihat dari udara, hutan Amazon merupakan hamparan hijau tua yang tak berujung.

Terbang menuju tepi hutan hujan terbesar di dunia, pemandangan berubah menjadi hamparan cokelat yang luas.

Ya, wilayah Amazon itu telah diratakan dan dibakar untuk membuat jalan, tambang emas, tanaman, dan terutama peternakan.

Ini adalah "busur deforestasi" yang berkembang pesat melintasi Amerika Selatan dan menjadi bencana alam yang sedang terjadi untuk Bumi.

Berkat vegetasinya yang subur dan keajaiban fotosintesis, lembah Amazon telah menyerap sejumlah besar emisi karbon yang menggelembung dari manusia.

Hal itu membantu mencegah mimpi buruk perubahan iklim yang merajalela.

Baca juga: Peneliti Temukan Lukisan Kuno yang Gambarkan Kehidupan di Hutan Amazon

Berada di titik kritis

Melansir AFP, penelitian menunjukkan, hutan hujan berada di dekat titik kritis.

Hutan akan mengering dan berubah menjadi sabana, dengan 390 miliar pohonnya mati secara massal.

Kehancuran Amazon semakin cepat, terutama sejak Presiden Jair Bolsonaro menjabat pada 2019, yang mendorong pembukaan lahan lindung untuk agribisnis dan pertambangan.

Kerusakan semakin berkembang pada spesies yang saling bergantung di Amazon, termasuk satwa liar ikonik, seperti elang harpy dan jaguar.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.