Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hutan Amazon, Perisai Bumi yang Terancam Musnah

Kompas.com - 04/11/2021, 19:03 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dilihat dari udara, hutan Amazon merupakan hamparan hijau tua yang tak berujung.

Terbang menuju tepi hutan hujan terbesar di dunia, pemandangan berubah menjadi hamparan cokelat yang luas.

Ya, wilayah Amazon itu telah diratakan dan dibakar untuk membuat jalan, tambang emas, tanaman, dan terutama peternakan.

Ini adalah "busur deforestasi" yang berkembang pesat melintasi Amerika Selatan dan menjadi bencana alam yang sedang terjadi untuk Bumi.

Berkat vegetasinya yang subur dan keajaiban fotosintesis, lembah Amazon telah menyerap sejumlah besar emisi karbon yang menggelembung dari manusia.

Hal itu membantu mencegah mimpi buruk perubahan iklim yang merajalela.

Baca juga: Peneliti Temukan Lukisan Kuno yang Gambarkan Kehidupan di Hutan Amazon

Berada di titik kritis

Melansir AFP, penelitian menunjukkan, hutan hujan berada di dekat titik kritis.

Hutan akan mengering dan berubah menjadi sabana, dengan 390 miliar pohonnya mati secara massal.

Kehancuran Amazon semakin cepat, terutama sejak Presiden Jair Bolsonaro menjabat pada 2019, yang mendorong pembukaan lahan lindung untuk agribisnis dan pertambangan.

Kerusakan semakin berkembang pada spesies yang saling bergantung di Amazon, termasuk satwa liar ikonik, seperti elang harpy dan jaguar.

Kekerasan oleh penambang emas ilegal ke tanah adat juga telah membawa korban yang mengerikan pada penduduk asli.

Padahal, mereka adalah penjaga hutan terbaik, dengan tradisi yang sangat menghormati alam.

"Matahari lebih panas, sungai mengering, hewan menghilang. Segalanya berantakan," kata Eldo Shanenawa, pemimpin suku Shanenawa di Brazil.

Baca juga: Hutan Amazon Alami Puncak Deforestasi dalam 12 Tahun Terakhir

Para ilmuwan mengatakan, jika Amazon mencapai titik kritis, perubahan iklim akan semakin mempercepatnya dan memuntahkan emisi karbon hingga satu dekade kembali ke atmosfer.

"Seburuk apa pun prediksinya (tentang perubahan iklim), kita akan mencapai skenario pertunjukan horor lebih cepat. Kita membunuh Amazon," kata ahli kimia atmosfer Brazil, Luciana Gatti.

Ini adalah kisah kejahatan, ketika orang-orang jahat dengan topi hitam mengeksploitasi perbatasan tanpa hukum, korupsi politik, dan ketidaksetaraan besar-besaran untuk meningkatkan kekayaan mereka dari rampasan tanah.

Akan tetapi, ini juga merupakan kisah seluruh umat manusia, yaitu hubungan kita dengan alam, selera manusia yang tak ada habisnya, dan ketidakmampuan untuk berhenti.

Faktanya, produk-produk yang membunuh Amazon dapat ditemukan di rumah-rumah di seluruh dunia.

Baca juga: Dikritik Biden Soal Deforestasi Hutan Amazon, Jair Bolsonaro: Ancaman Pengecut

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

6 Efek Samping Goji Berry, Gula Darah dan Tekanan Darah Berpotensi Turun Drastis

6 Efek Samping Goji Berry, Gula Darah dan Tekanan Darah Berpotensi Turun Drastis

Tren
Tak Pernah Dipakai, Apakah BPJS Kesehatan Bisa Dinonaktifkan?

Tak Pernah Dipakai, Apakah BPJS Kesehatan Bisa Dinonaktifkan?

Tren
6 Suplemen yang Berpotensi Memicu Jerawat, Apa Saja?

6 Suplemen yang Berpotensi Memicu Jerawat, Apa Saja?

Tren
Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 24-25 Juni 2024

Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 24-25 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca 23-24 Juni | Tentang Family Office yang Ingin Dibentuk Luhut

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca 23-24 Juni | Tentang Family Office yang Ingin Dibentuk Luhut

Tren
Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Tren
Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Tren
Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial 'Joko Anwar's Nightmares and Daydreams'

Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial "Joko Anwar's Nightmares and Daydreams"

Tren
Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Tren
Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Tren
Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Tren
Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Tren
Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Tren
Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Tren
Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com