Kompas.com - 28/10/2021, 17:02 WIB
Ilustrasi hoaks ShutterstockIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah video yang merekam seorang perempuan muda diklaim mengalami stroke, beredar di media sosial.

Dalam video itu, tampak perempuan itu mengeluh sakit dan bentuk wajahnya miring seperti gejala stroke.

Seorang pria dalam video mengatakan, perempuan tersebut sering mengonsumsi jengkol dan petai. Ia pun mengimbau masyarakat agar menjauhi dua makanan itu karena bisa menyebabkan stroke.

Dari konfirmasi Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video itu tidak benar atau hoaks.

Menurut ahli, tidak ada hubungannya antara makan jengkol dan petai dengan stroke.

Narasi yang beredar

Narasi yang mengklaim jengkol dan petai dapat menyebabkan stroke diunggah oleh akun ini di media sosial Facebook.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut narasi unggahan video itu:

Stroke usia muda akibat makan jengkol dan pete

Sementara, dari video itu, terdengar percakapan dengan transkripsi berikut ini:

"Enggak apa-apa nanti dibantu pencet, kasian dia masih muda. Emang konsumsinya (pete dan jengkol) tiap hari? oh enggak tiap hari. Kenapa bisa cepet bener ya. Kasian ya, sampai miring-miring (wajahnya), usia masih muda. Ya kawan ya, pete jengkol jangan banyak-banyak ya. Bukan buat obat ya, tapi tambah bikin stroke. Aku udah bilangin dari keliling daerah. Aku sering kasih tau ke orang-orang, kalau tidak mau denger ya tidak apa-apa. Jengkol pete itu jangan, tidak boleh dikonsumsi, itu mengandung stroke. Jengkol pete jangan dikonsumsi lagi ya. nih akibatnya ya."

Unggahan video hoaks berisi klaim jengkol dan petai sebabkan stroke Unggahan video hoaks berisi klaim jengkol dan petai sebabkan stroke

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.