Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Sampai Salah, Ini Mekanisme Seleksi PPPK Guru Tahap 2

Kompas.com - 25/10/2021, 07:00 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru 2021 tahap 2 akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Sama seperti mekanisme pada tahap 1, pendaftaran dan pemilihan formasi tahap 2 akan dilakukan secara online melalui laman sscasn.bkn.go.id.

Melansir laman resmi gurupppk.kemdikbud.go.id, portal SSCASN digunakan sebagai pintu pendaftaran pertama seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk PPPK Guru.

Sehingga, bagi peserta yang sudah pernah mendaftar dan memiliki akun SSCASN, tidak perlu melakukan pendaftaran ulang.

Baca juga: Daftar Instansi yang Masuk Jadwal Lanjutan CPNS dan PPPK Non-Guru Tahap I

Mekanisme seleksi PPPK guru tahap 2

Tahapan yang harus dilakukan adalah memilih formasi.

Hal ini turut didukung dengan pernyataan Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek Nunuk Suryani, mengenai mekanisme pendaftaran seleksi tahap 2.

"Bagi peserta yang belum maupun sudah lulus melewati (nilai ambang batas) NAB tetapi belum mendapat formasi, silakan daftar lalu memilih formasi lagi di SSCN BKN," ujar Nunuk, dikutip dari laman kemdikbud.go.id, 15 Oktober 2021.

Berikut mekanisme seleksi PPPK guru tahap 2 menurut penjelasan Nunuk:

  • Peserta mendaftarkan formasi melalui ke sscasn.bkn.go.id sebagai bukti mengikuti ujian PPPK Guru tahap 2
  • Peserta boleh memilih sekolah lain dan bukan sekolah sendiri tetapi masih dalam satu daerah kewenangan
  • Peserta akan memperoleh lokasi dan jadwal ujian setelah melakukan pendaftaran
  • Peserta melakukan cetak kartu peserta ujian
  • Jika yang dipilih mata pelajaran dan jenjang yang sama, maka nilai yang sudah diperoleh pada ujian 1, yang sudah melebihi ambang batas, itu masih bisa digunakan.

Baca juga: Jadwal Terbaru Seleksi CPNS dan PPPK Non-Guru, Peserta Diminta Rajin Cek

Mengenai seleksi kompetensi tahap 2

Seleksi tahap 2, diakui Nunuk, terbuka bagi para guru untuk berkompetisi seluruhnya.

"Afirmasi untuk sekolah induk hanya diberikan di ujian tahap 1. Sedangkan ujian tahap 2 sudah terbuka berkompetisi seluruhnya dan dilihat nilai tertingginya," kata dia.

"Baik guru induk atau noninduk, lulusan guru PPG, individu yang memiliki sertifikat guru, dan belum mengajar. Seleksi kedua boleh memilih sekolah lain dan bukan sekolah sendiri tetapi masih dalam satu daerah kewenangan," imbuh Nunuk.

Nunuk mengimbau, para guru menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri.

Ia juga menyarankan untuk tidak perlu mengikuti bimbingan belajar (bimbel) berbayar.

"Tidak usah ikut bimbel berbayar. Yang bisa menolong Bapak dan Ibu (guru) adalah diri sendiri dengan mempersiapkan diri dan berdoa," jelas dia.

Baca juga: Daftar 166 Instansi yang Umumkan SKD CPNS dan PPPK Nonguru pada 29-30 Oktober 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

8 Buah Tinggi Purin dan Fruktosa, Harus Dihindari Penderita Asam Urat

8 Buah Tinggi Purin dan Fruktosa, Harus Dihindari Penderita Asam Urat

Tren
7 Instansi yang Sudah Umumkan Formasi CPNS 2024, Cek Kuotanya

7 Instansi yang Sudah Umumkan Formasi CPNS 2024, Cek Kuotanya

Tren
4 Nama yang Diprediksi Maju Pilkada Sumut 2024, Ada Menantu Presiden

4 Nama yang Diprediksi Maju Pilkada Sumut 2024, Ada Menantu Presiden

Tren
Pria Ini Bayar Rp 11 Juta untuk Buku yang Dicuri 15 Tahun Lalu dan Beri Pesan Menyentuh

Pria Ini Bayar Rp 11 Juta untuk Buku yang Dicuri 15 Tahun Lalu dan Beri Pesan Menyentuh

Tren
Asal-usul Ikan Mujair, Benarkah Ditemukan Sosok Mbah Moedjair?

Asal-usul Ikan Mujair, Benarkah Ditemukan Sosok Mbah Moedjair?

Tren
Konsumsi Emping Melinjo, Ini Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Konsumsi Emping Melinjo, Ini Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Tren
3 Penyebab KIP Kuliah Dicabut, Termasuk Gaya Hidup Mewah

3 Penyebab KIP Kuliah Dicabut, Termasuk Gaya Hidup Mewah

Tren
5 Fakta soal Kekerasan yang Dialami Anak Isa Bajaj, Korban Tidak Berani Buang Air Kecil

5 Fakta soal Kekerasan yang Dialami Anak Isa Bajaj, Korban Tidak Berani Buang Air Kecil

Tren
Fenomena Ledakan Nova 2024, Momen yang Terjadi Sekali Seumur Hidup

Fenomena Ledakan Nova 2024, Momen yang Terjadi Sekali Seumur Hidup

Tren
15 Rute Kereta Api Diskon Bursa Pariwisata 20 Persen, Ini Ketentuannya

15 Rute Kereta Api Diskon Bursa Pariwisata 20 Persen, Ini Ketentuannya

Tren
Kapan Pertandingan Indonesia Vs Yordania di Piala Asia U23? Ini Link Live Streamingnya

Kapan Pertandingan Indonesia Vs Yordania di Piala Asia U23? Ini Link Live Streamingnya

Tren
5 Manfaat Madu untuk Wajah yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Ampuh Atasi Jerawat

5 Manfaat Madu untuk Wajah yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Ampuh Atasi Jerawat

Tren
Status Gunung Api di Indonesia hingga April 2024, Ingat Kondisi dan Mitigasinya

Status Gunung Api di Indonesia hingga April 2024, Ingat Kondisi dan Mitigasinya

Tren
Kasus dan Rekam Jejak Daud Kim, YouTuber yang Klaim Mau Bangun Masjid di Korea

Kasus dan Rekam Jejak Daud Kim, YouTuber yang Klaim Mau Bangun Masjid di Korea

Tren
Ikan Purba Sepanjang 25 Meter yang Ditemukan di Inggris, Jadi Reptil Laut Terbesar di Dunia

Ikan Purba Sepanjang 25 Meter yang Ditemukan di Inggris, Jadi Reptil Laut Terbesar di Dunia

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com