Kompas.com - 21/10/2021, 06:30 WIB
Orang-orang berjalan di sepanjang penyeberangan pejalan kaki Jumat, 30 Juli 2021, di Tokyo, ketika Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memperluas keadaan darurat virus corona ke empat wilayah lagi selain Tokyo menyusul rekor lonjakan infeksi saat ibu kota menjadi tuan rumah Olimpiade. AP PHOTO/EUGENE HOSHIKOOrang-orang berjalan di sepanjang penyeberangan pejalan kaki Jumat, 30 Juli 2021, di Tokyo, ketika Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memperluas keadaan darurat virus corona ke empat wilayah lagi selain Tokyo menyusul rekor lonjakan infeksi saat ibu kota menjadi tuan rumah Olimpiade.

KOMPAS.com - Bisakah orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tertular kembali untuk kedua kalinya? 

Atau berapa lama kekebalan alami Covid-19 bertahan pada seseorang yang sudah pernah terinfeksi? 

Virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 diketahui telah menginfeksi ratusan juta orang di dunia.

Baca juga: UPDATE Corona 20 Oktober: Latvia Umumkan Lockdown, Kasus dan Kematian Harian Tertinggi di Selandia Baru-Rusia

Terinfeksi ulang

Terdapat laporan bahwa beberapa orang tertular Covid-19 lebih dari sekali, namun jumlah ini terlalu kecil untuk melakukan studi epidemiologi.

Artinya, sulit untuk menentukan lamanya kekebalan yang diberikan oleh infeksi corona berlangsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet Microbe menyebutkan, para peneliti melakukan analisis data mengenai virus, termasuk lamanya kekebalan setelah Covid-19 dapat bertahan.

Sebuah tim dari Yale School of Public Health di New Haven, CT, dan University of North Carolina di Charlotte melihat gen dari 177 virus corona yang diketahui mempengaruhi manusia.

Para peneliti kemudian menentukan kerabat virus terdekat dari SARS-CoV-2, dan teridentifikasi lima virus yang memenuhi kriteria, termasuk SARS-CoV penyebab wabah SARS (2003), corona penyabab MERS-CoV (2012), dan virus penyebab flu biasa.

Kemudian, dilakukan analisis data tentang penurunan tingkat antibodi dari waktu ke waktu, dari 128 hari hingga 28 tahun setelah infeksi, dan meneliti risiko infeksi ulang pada tingkat antibodi yang berbeda untuk virus tersebut.

Berdasarkan informasi ini, para peneliti memperkirakan kekebalan alami dari orang yang pernah terinfeksi Covid-19 kemungkinan akan bertahan kurang dari setengahnya.

Para ahli menemukan, infeksi ulang SARS-CoV-2 pada orang yang belum menerima vaksin dapat terjadi segera setelah 3 bulan seusai infeksi awal, dengan risiko rata-rata infeksi ulang dalam 16 bulan, dalam kondisi endemik.

Baca juga: Studi CDC: Pasien Sembuh Covid-19 yang Tidak Vaksin, 2 Kali Lipat Berisiko Terinfeksi Ulang

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.